Senin, 11 Maret 2013

tugas biomekanik 1


NAMA :ROBI HABLI M
NPM :102191080
KELAS :3 B
PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SILIWANGI
2013

TUGAS  1
BIOMEKANIK

1.      Pengertian titik berat badan
Titik berat badan adalah titik dimana gaya berat badan atau anggota tubuh itu bekerja. Dapt juga dikatakan bahwa titik berat badan adalah titik yang mewakili benda atau tubuh

2.      Pengertian efisiensi gerak
Efisiensi gerak adalah perbandingan yang terbaik antara input (masukan) dan output (hasil antara keuntungan dengan sumber-sumber yang dipergunakan) seperti halnya juga hasil optimal yang dicapai dengan penggunaan sumber yang terbatas dengan kata lain adalah hubungan yang telah diselesaikan (SP.Hasibuan :1984;233-4 yang mengutip pernyataan H.Emerson)

3.      Pengertian kinesiology
Kinesiologi, berasal dari kata Yunani kinesis (gerakan) dan kinein (untuk pindah), juga dikenal sebagai kinetika manusia, adalah ilmu tentang gerakan manusia. Ini adalah disiplin yang memfokuskan pada Aktivitas Fisik.
 Kinesiologi berasal dari kata kines dan logos, kines adalah gerak sedangkan logos berati ilmu,
jadi kinesiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang gerak, khususnya gerak pada manusia Kinesiologi berasal dari kata “kinein” yang berarti “bergerak” dan “logos” yang berarti “membicarakan”.


4.      Pengeetian gerak
Gerak adalah proses berpindahnya suatu benda dari suatu kedudukan ke kedudukan yang lain.(menurut ilmu fisika)
Gerak adalah peralihan tempat atau kedudukan baik hanya sekali mapun berkali-kali. (menurut kamus besar bahas Indonesia)
5.      Pengertian biomekanika
a.       Pengertian stabil
Pengertian stabil adalah suatu benda atau seseorang itu dalam keseimbangan stabil kalau benda atau orang tersebut mendapat pengaruh dari luar (pengaruh yang relative ), keseimbangannya tidak berubah/kembali dalam keseimbangan yang semula.
b.      Pengertian labil
Suatu benda atau seseorang itu dalam keseimbangan labil, kalau benda atau orang tersebut mendapat pengaruh dari luar (pengaruh yang relative kecil) keseimbangannya akan hilang atau jatuh.
c.       Pengertian indifferent/netral
Suaatu benda atau seseorang dalam keseimbangan indifferent kalau benda atau orang tersebut mendapat pengaruh dari luar(pengaruh yang relatif kecil) kesetimbangannya berubah (tidak Hilang) atau dalam kesetimbangan baru
d.      Bunyi hukum keseimbangan
1)      badan selalu dalam keadaan setimbang selama proyeksi dari titik berat badan tersebut jatuh dalam bidang tumouan (hukum kesetimbangan I)
2)      stabilitas berbanding lurus dengan luas bidang tumpuannya. Artinya makin luas bidang tumpuan makin besar stabilitasnya. Sebaliknya,  makin kecil bidang tumpuan makin kecil stabilitasnya. (hokum kesetimbangan II)

Kamis, 07 Maret 2013

tugas 1 metode penelitian


NAMA       : ROBI HABLI M
KELAS      : 3 B
NPM          : 102191080

PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SILIWANGI

TUGAS 1
METODE PENELITIAN
1.      1. Penelitian adalah:Suatu proses penyelidikan secara sistematis yang ditujukan pada penyediaan  informasi untuk menyelesaikan masalah-masalah
(Cooper & Emory, 1995) 

2.      2. Penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan yang juga disebut pendekatan investigasi karena biasanya peneliti mengumpulkan data dengan cara bertatap muka langsung dan berinteraksi dengan orang-orang di tempat penelitian (McMillan & Schumacher, 2003).

3.     3. Penelitian Kuantitatif adalah penelitian yang ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagain dan fenomena serta hubungan-hubungannya. Tujuan Penelitian Kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan hipotesis yang dikaitkan denganfenomena alam.Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2023657-pengertian-penelitian-kuantitatif/#ixzz2MowXSrIQ

4.     4. Pengertian Penelitian Sejarah
Secara umum dapat dimengerti bahwa penelitian historis merupakan penelaahan serta sumber-sumber lain yang berisi informasi mengenai masa lampau dan dilaksanakan secara sistematis.

5.      5. Penelitian deskriptif adalah salah satu jenis metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya ( Best,1982 : 119).

6.      6.penelitian eksperimen adalah suatu penelitian yang di dalamnya ditemukan minimal satu variabel yang dimanipulasi untuk mempelajari hubungan sebab-akibat. Menurut Solso & MacLin (2002),

7.      7.Penelitian Tindakan Kelas adalah penelitian praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas. Penelitian ini merupakan salah satu upaya guru atau praktisi dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas.


8.      8.Pedagogi Olahraga (Sport pedagogy) adalah sebuah disiplin ilmu keolahragaan yang berpotensi untuk mengintegrasikan subdsiiplin ilmu keolahragaan lainnya untuk melandasi semua praktik dalam bidang keolahragaan Yang mengandung maksud dan tujuan untuk mendidik.

9.      9.Sosiologi olahraga merupakan ilmu terapan, yaitu kajian sosiologis pada masalah keolahragaan. Proses sosial dalam olahraga menghasilkan karakteristik perilaku dalam bersaing dan kerjasama membangun suatu permainan yang dinaungi oleh nilai, norma, dan pranata yang sudah melembaga.

110 Populasi atau universe ialah jumlah keseluruhan dari unit analisa yang ciri-cirinya akan diduga.

111.Sampel adalah bagian dari populasi yang diharapkan mampu mewakili populasi dalam penelitian

tugas 1 evaluasi pembelajaran


NAMA       : ROBI HABLI M
KELAS      : 3B
NPM           : 102 191 080

PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SILIWANGI 2013

TUGAS 1
EVALUASI PEMBELAJARAN PENJAS

1.      Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(sumber: peraturan pemerintah republik indonesia nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan bab i poin 1)


2.      Taksonomi Bloom adalah sistem klasifikasi tujuan pendidikan yang diajukan pada tahun 1956 oleh suatu komite pendidik Amerika Serikat yang dikepalai oleh Benjamin Bloom.

3.       
a.       TES adalah pengukuran terencana yang dipakai guru untuk mencoba menciptakan kesempatan bagi para siswanya untuk memperlihatkan prestasi mereka dalam kaitannya dengan tujuan yang telah ditentukan (James S Cangelosi, 1995 : 21)

b.      Pengukuran adalah proses pengumpulan data secara empiris yang digunakan untuk mengumpulkan informasi yang relevan dengan tujuan yang telah ditentukan(James S Cangelosi, 1995 : 21)

c.       Assessment merupakan suatu kegiatan pemahaman dan perumusan masalah yang terus-menerus dilakukan (an ongoing affair) dan sekaligus bersamaan waktunya (conterminous)dengan proses pertolongan itu sendiri.

d.      Pengertian tentang grade juga dinyatakan oleh Johnson and Johnson, grade sebagai symbol yang mungkin berupa huruf, angka atau kata-kata yang menggambarkan pertimbangan nilai relative pencapaian hasil belajar selama waktu tertentu (bisa 1 tahun, 1semester, atau 1 kwartal, tergantung system yang berlaku disuatu lembaga sekolah)

e.       Evaluasi adalah suatu proses dalam merencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif - alternatif keputusan
(MEHRENS & LELMAN, 1978)

Senin, 14 Januari 2013

analisis gerak pada senam lantai yaitu gerakan kayang


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
            Senam lantai merupakan suatu cabang olahraga yang menggunakan kelenturan (flexibelity), kelincahan (agility), keseimbangan (Balance), koordinasi (coordination), kecepatan (speed)dan power. Oleh karena itu dalam perkembangan gerak perlu di telaah atau di teliti dalam setiap aspek perkembangan gerak sehingga dalam melakkukan senam lantai sesuai dengan kemampuan yang dimilki oleh altet.
Senam lantai juga tidak hanya mengandalkan keberanian tetapi juga harus di tunjang dengan latihan yang sesuai dengan sistematika pelatihan. Sehingga tidak ada atlet yang cedera terutama pada gerakan yang salah.
            Maka dari itu, penulis merasa tertarik untuk mengkaji lebih jauh masalah tersebut melalui sebuah makalah dengan mengambil judul “ANALISIS GERAK PADA SENAM LANTAI  KHUSUSNYA GERAKAN MELENTING ATAU KAYANG”.
B.     Batasan Masalah
1.      Sistem gerak pada senam lantai
2.      Pengertian kayang
3.      Otot –otot yang digunakan pada saat melakukan gerakan kayang
4.      Kesalahan- kesalahan yang terjadi pada saat melakukan gerakan kayang.
5.      Manfaat melakukan senam lantai.
6.      Perkembangan gerak senam lantai.




C.    Rumusan Masalah
            Sesuai dengan latar belakang masalah tersebut diatas penulis ingin merumuskan masalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana Sistem gerak pada senam lantai
2.      Apa Pengertian kayang
3.      Otot-otot apa sajakah yang berfungsi pada saat melakukan gerakan kayang?
4.      Kesalahan- kesalahan apa saja yang terjadi pada saat melakukan gerakan kayang?
  1. Apa manfaat melakukan senam lantai?
  2. Bagaimana Perkembangan gerak senam lantai?

D.    Tujuan Makalah
            Adapun tujuan makalah ini dibuat adalah untuk sebagai berikut :
1.      Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah perkembangan motorik
2.      Bisa mengetahui sistem gerak senam lantai
3.      Bisa mengetahui pengertian gerakan senam lantai khususnya gerakan kayang.
4.      Bisa mengetahui otot-otot yang berfungsi pada saat melakukan kayang
5.      Manfaat Melakukan Aktivitas Senam Lantai
6.      Bisa mengetahui perkembangan gerak senam lantai.





BAB II
PEMBAHASAN MATERI

A.    Sistem Gerak Pada Senam Lantai
Senam adalah olahraga dengan gerakan–gerakan latihan fisik secara sistematis, dan dirangkai secara keseluruhan dengan tujuan membentuk dan mengembangkan kepribadian secara harmonis
Senam mempunyai banyak jenis, diantaranya adalah senam lantai senam ketangkasan, senam aerobic, maupun senam ritmik. Jenis senam tersebut mempunyai variasi gerakan yang berbeda.Dalam bab ini yang akan kita pelajari adalah senam lantai. Gerakan-gerakan itu bertujuan untuk melenturkan gerak tubuh. Gerakan pada senam lantai yang sering dilakukan adalah gerakan melenting. Gerakan melenting dikenal juga dengan kayang. Untukmelakukan gerakan melenting diperlukan kelenturan tubuh yang fleksibel. Hal itu dikarena gerakan melenting harus dilakukan dengan cara melipat tubuh secara telentang.
Senam lantai pada prinsipnya disebut floor exercise, latihan senam yang dilakukan dilantai beralaskan matras dengan ukuran tertentu. Unsur-unsur gerakannya terdiri atas hal-hal berikut ini:
1. .mengguling
2. .melompat
3. .meloncat
4. .berputar diudara
5. .menumpu dengan tangan atau kaki




Klasifikasi Senam
menurut sistem Austria, senam dibagi menjadi sebagai berikut;
1. Senam Normalisasi, yang terdiri dari:
a .Pelaksanaan
b .Latihan penguluran
c .Penguatan
d .Pelepasan
2. Senam Pembentukan, yang terdiri dari:
a .Pembentukan gerak
b .Pembentukan sikap
3. .Senam Militer
Senam militer adalah senam alat dengan membawa balok-balok yang besar dan panjang secara kelompok, untuk membentuk dan melatih fisik secara keseluruhan serta dinamis.
4. .Senam Prestasi
Senam prestasi merupakan senam perlombaan yang dapat dilakukan dengan kelompok umur secara perorangan ataupu beregu.
B.     Pengertian gerakan kayang dalam senam lantai
Kayang adalah bentuk sikap jembatan dengan membentuk busur lengkung dan tumpuan pada kedua lengan dan kedua kaki. Cara melakukan gerakan kayang adalah sebagai berikut:
a). Sikap permulaan
Posisi terlentang, lutut ditekuk rapat, tumit dirapatkan pada pantat, dan tempelkan telapak tangan pada lantai disamping telinga dengan ibu jari dekat telinga dan pandangan ke atas belakang.
b). Gerakan
Angkat tubuh keatas dengan cara meluruskan atau mendekatkan tangan dengan kaki sampai mebentuk lengkungan (busur), kedua kaki dan tangan tetap bertumpu pada lantai. Tahan gerakan tersebut hingga sepuluh hitungan.
c). Sikap akhir
Kembali pada sikap terlentang.
Macam – macam senam lantai
1. Teknik berguling
Cara melakukan gerakan guling dapat dibedakan menjadi 2, yaitu mengguling kedepan dan mengguling kebelakang. Untuk dapat melakukan gerakan itu seseorang harus memiliki kelenturan tubuh dan keberanian.
Cara melakukan gerakan mengguling adalah sebagai berikut:
a. Guling depan (forward roll)
1). Sikap permulaan
Mengambil posisi jongkok bertumpu dengan kedua telapak kaki dan kaki rapat, badan condong kedepan, kedua lengan lurus kedepan, telapak tangan menghadap ke depan. Konsentrasikan diri pada latihan.
2). Gerakan
Letakkan tumpua kedua telapak tangan pada lantai atau matras, tangan lurus selebar bahu, badan condong kedepan, kedua tungkai lurus, dan pantat lebih tinggi dari bahu. Masukkan kepala diantara kedua lengan hingga dagu merapat didada dan bersamaan dengan itu dorongkan pinggul hingga pundak menyentuh lantai bersamaan dengan melihat siku, kemudian dilanjutkan berguling menggulat kedepan secara berurutan dengan pundak punggung dan tungkai ditekuk ke depan mengikuti arah gerakan.
3). Sikap akhir
Kembali ke sikap jongkok. Badan condong kedepan bertumpu dengan ujung telapak kaki, kaki rapat, lutut ditekuk, dan ke dua tangan lurus kedepan.
b. .Guling ke belakang (back roll)
1). Sikap permulaan
Jongkok dengan kedua ujung telapak kaki, badan condong ke depan, kedua tangan lurus sejajar bahu, dan posisi tubuh membelakangi arah sasaran.
2). Gerakan
Dengan menjatuhkan badan kebelakang, kedua lengan dibengkokkan dan dagu dirapatkan kedada serta telapak tangan mengarah ke atas. Ibu jari berada didekat telinga, kemudian badan mengguling ke belakang bulat. Mendarat pada matras secara berurutan dimulai dari pantat, punggung,tengkuk, kepala bagian belakang, kedua tungkai dalam posisi ditekuk mengikuti gerakan badan pada saat berguling, kemudian dengan cepat kedua tangan dibulatkan hingga lurus pada saat pinggul mencapai titik tertinggi.
3). Sikap akhir
Sewaktu badan mengguling mendarat pada kaki, kedua tangan cepat dilepas hinggakembali dalam posisi jongkok dan kedua tangan lurus ke depan.
3. .Gerakan loncat harimau (tiger sprong)
Secara prinsip teknik gerakan loncat harimau tidak jauh berbeda dengan teknik gerakan roll kedepan. Loncat harimau adalah sikap loncatan membusur dengan kedua tangan lurus kedepan pada saat melayang dan
diteruskan dengan gerakan mengguling kedepan dan sikap akhir jongkok. Cara melakukannya sebagai berikut:
a . Sikap awal
Berdiri tegak, kedua lengan lurus disamping, pandangan lurus kedepan.
b. Sikap melayang
Dengan gerakan awalan jongkok melakukan gerakan meloncat kedepan atas dengan tolakan dua kaki, saat melayang kedua lengan lurus kedepan. Pada saat kedua tangan menyentuh, kepala menunduk kedada antara kedua tangan, sehingga bahu dan tengkuk menyentuh matras, lipat kedua kaki, selanjutnya mengguling ke depan dengan tangan lurus.
c. Sikap akhir
Sikap akhir jongkok kemudian berdiri.

A.    Otot-otot yang bekerja pada saat melakukan gerakan kayang
B.     Manfaat Melakukan Aktivitas Senam Lantai
Manfaat Melakukan Aktivitas Senam Lantai
Dari berbagai aktivitas yang dilakukan dalam senam lantai memiliki tujuan untuk :
1. .membentuk dan mengembangkan otot tubuh
2. .mengembangkan kualitas fisik
3. .membentuk keindahan tubuh
4. .memelihara kebugaran jasmani.

C.    Perkembangan gerakan pada senam lantai
Palang Sejajar
1.      Gerakan ini diawali dengan memegang ujung palang yang akan kita lompati dan kemudian kita melompati palang tersebut dengan sikap mengantung (inverted hang) terbalik, kemdian kaki mulai melipat kearah dada dan melewati kepala. Setelah itu kaki diayunkan keatas untuk kemudian mengantung di palang tersebut.  Yang harus diperhatikan dalam melakukan gerakan ini adalah : Kita harus bisa mengendalikan badan saat mengangkatnya dari posisi sikap jongkok menuju posisi menggantung pada palang sejajar. Gerakan ini harus kita lakakn tanpa adanya ayunan sedikitpun. Karna apabila disertai dengan ayunan, maka saat sedang menggantung pada palang dikhawatirkan posisi badan tidak seimbang sehingga bisa saj membuat kita terjatuh dan menimbulkan cedera. Saat melakukan gerakan ini kakipun harus lurus horizontal, agar memudahkan pada saat mendekatkan kepala kebagian lutut pada saat menggantung terbalik. Gerkan yang seperti ini mengharuskan agar kita bisa memegang palang seoptimal mungkin agar kita tidak terjatuh.
2.       Setelah tahap pertama berhasil kita lakukan kemudian dilanjutkan dengan berjalan maju dengan menggunakan tangan yang menggelantung pada palang sejajar kebagian tengah, namun tetap mempertahankan agar badan selalu kaku dan lurus agar tidak menganggu keseimbangan saat kita mulai berjalan.
Yang harus diperhatikan dalam melakukan gerakan ini adalah :
Pada saat kita melakukan gerakan ini hal yang harus kita perhatikan adalah bahwa posisi kaki/tungkai harus selalu tetap lurus agar memudahkan kita saat melakuakn ayunan pada bagian kaki.
3.       Setelah itu mulailah mengangkat kaki agar bisa sejajar dengan bagian pinggang dengan sikap bertumpu straddle atau kangkang sesaat Yang harus diperhatikan adalah : Pada saat kita berjalan menggunakan tangan, kita harus bisa memastikan bahwa tangan kita terkontrol dengan baik agar tidak menimbulkan cedera saat sedang melakukan aktivitas ini.
Begitu juga dengan sikap tubuh yang juga harus kita control agar tetap kaku saat kita melakukan gerakan ini supaya tidak terjadi cedera.
4.         Setelah langkah diatas berhasil kita lakukan dengan baik, kemudian mulailah untk melakukan gerakan selanjutnya yaitu mengangkat kaki keatas sehingga tubuh membentuk sudut 1200 dan kemudian ayunkan kebawah hingga kebelakang. Gerakan ini dilakuakn dua kali ayunan sebagia persiapan untuk turun dan mengakhiri gerakan ini yang dialkukan pada ayunan kedua.
Yang harus diperhatikan adalah : Untuk ayunan yang pertama kali kita lakukan sebisa mungkin berbentuk horizontal. Badan harus bisa dikontrol sebaik mungkin dalam melakukan gerkan ini untuk dapat menghasilakn gerkan yang sempurna. Karna kuncinya disini adalah sikap badan yang kaku.
Dalam gerakan ini sangat disaranakn untuk tidak membuat badan terkesan melenting atau membungkuk untuk menghindari cedera dalam melakukan gerakan ini. Dismount atau persiapan turun sebaiknya dilakukan dalam posisi yang horizontal, hal ini dilakuakn agar mempermudah saat kita mendarat.