Senin, 14 Januari 2013

analisis gerak pada senam lantai yaitu gerakan kayang


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
            Senam lantai merupakan suatu cabang olahraga yang menggunakan kelenturan (flexibelity), kelincahan (agility), keseimbangan (Balance), koordinasi (coordination), kecepatan (speed)dan power. Oleh karena itu dalam perkembangan gerak perlu di telaah atau di teliti dalam setiap aspek perkembangan gerak sehingga dalam melakkukan senam lantai sesuai dengan kemampuan yang dimilki oleh altet.
Senam lantai juga tidak hanya mengandalkan keberanian tetapi juga harus di tunjang dengan latihan yang sesuai dengan sistematika pelatihan. Sehingga tidak ada atlet yang cedera terutama pada gerakan yang salah.
            Maka dari itu, penulis merasa tertarik untuk mengkaji lebih jauh masalah tersebut melalui sebuah makalah dengan mengambil judul “ANALISIS GERAK PADA SENAM LANTAI  KHUSUSNYA GERAKAN MELENTING ATAU KAYANG”.
B.     Batasan Masalah
1.      Sistem gerak pada senam lantai
2.      Pengertian kayang
3.      Otot –otot yang digunakan pada saat melakukan gerakan kayang
4.      Kesalahan- kesalahan yang terjadi pada saat melakukan gerakan kayang.
5.      Manfaat melakukan senam lantai.
6.      Perkembangan gerak senam lantai.




C.    Rumusan Masalah
            Sesuai dengan latar belakang masalah tersebut diatas penulis ingin merumuskan masalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana Sistem gerak pada senam lantai
2.      Apa Pengertian kayang
3.      Otot-otot apa sajakah yang berfungsi pada saat melakukan gerakan kayang?
4.      Kesalahan- kesalahan apa saja yang terjadi pada saat melakukan gerakan kayang?
  1. Apa manfaat melakukan senam lantai?
  2. Bagaimana Perkembangan gerak senam lantai?

D.    Tujuan Makalah
            Adapun tujuan makalah ini dibuat adalah untuk sebagai berikut :
1.      Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah perkembangan motorik
2.      Bisa mengetahui sistem gerak senam lantai
3.      Bisa mengetahui pengertian gerakan senam lantai khususnya gerakan kayang.
4.      Bisa mengetahui otot-otot yang berfungsi pada saat melakukan kayang
5.      Manfaat Melakukan Aktivitas Senam Lantai
6.      Bisa mengetahui perkembangan gerak senam lantai.





BAB II
PEMBAHASAN MATERI

A.    Sistem Gerak Pada Senam Lantai
Senam adalah olahraga dengan gerakan–gerakan latihan fisik secara sistematis, dan dirangkai secara keseluruhan dengan tujuan membentuk dan mengembangkan kepribadian secara harmonis
Senam mempunyai banyak jenis, diantaranya adalah senam lantai senam ketangkasan, senam aerobic, maupun senam ritmik. Jenis senam tersebut mempunyai variasi gerakan yang berbeda.Dalam bab ini yang akan kita pelajari adalah senam lantai. Gerakan-gerakan itu bertujuan untuk melenturkan gerak tubuh. Gerakan pada senam lantai yang sering dilakukan adalah gerakan melenting. Gerakan melenting dikenal juga dengan kayang. Untukmelakukan gerakan melenting diperlukan kelenturan tubuh yang fleksibel. Hal itu dikarena gerakan melenting harus dilakukan dengan cara melipat tubuh secara telentang.
Senam lantai pada prinsipnya disebut floor exercise, latihan senam yang dilakukan dilantai beralaskan matras dengan ukuran tertentu. Unsur-unsur gerakannya terdiri atas hal-hal berikut ini:
1. .mengguling
2. .melompat
3. .meloncat
4. .berputar diudara
5. .menumpu dengan tangan atau kaki




Klasifikasi Senam
menurut sistem Austria, senam dibagi menjadi sebagai berikut;
1. Senam Normalisasi, yang terdiri dari:
a .Pelaksanaan
b .Latihan penguluran
c .Penguatan
d .Pelepasan
2. Senam Pembentukan, yang terdiri dari:
a .Pembentukan gerak
b .Pembentukan sikap
3. .Senam Militer
Senam militer adalah senam alat dengan membawa balok-balok yang besar dan panjang secara kelompok, untuk membentuk dan melatih fisik secara keseluruhan serta dinamis.
4. .Senam Prestasi
Senam prestasi merupakan senam perlombaan yang dapat dilakukan dengan kelompok umur secara perorangan ataupu beregu.
B.     Pengertian gerakan kayang dalam senam lantai
Kayang adalah bentuk sikap jembatan dengan membentuk busur lengkung dan tumpuan pada kedua lengan dan kedua kaki. Cara melakukan gerakan kayang adalah sebagai berikut:
a). Sikap permulaan
Posisi terlentang, lutut ditekuk rapat, tumit dirapatkan pada pantat, dan tempelkan telapak tangan pada lantai disamping telinga dengan ibu jari dekat telinga dan pandangan ke atas belakang.
b). Gerakan
Angkat tubuh keatas dengan cara meluruskan atau mendekatkan tangan dengan kaki sampai mebentuk lengkungan (busur), kedua kaki dan tangan tetap bertumpu pada lantai. Tahan gerakan tersebut hingga sepuluh hitungan.
c). Sikap akhir
Kembali pada sikap terlentang.
Macam – macam senam lantai
1. Teknik berguling
Cara melakukan gerakan guling dapat dibedakan menjadi 2, yaitu mengguling kedepan dan mengguling kebelakang. Untuk dapat melakukan gerakan itu seseorang harus memiliki kelenturan tubuh dan keberanian.
Cara melakukan gerakan mengguling adalah sebagai berikut:
a. Guling depan (forward roll)
1). Sikap permulaan
Mengambil posisi jongkok bertumpu dengan kedua telapak kaki dan kaki rapat, badan condong kedepan, kedua lengan lurus kedepan, telapak tangan menghadap ke depan. Konsentrasikan diri pada latihan.
2). Gerakan
Letakkan tumpua kedua telapak tangan pada lantai atau matras, tangan lurus selebar bahu, badan condong kedepan, kedua tungkai lurus, dan pantat lebih tinggi dari bahu. Masukkan kepala diantara kedua lengan hingga dagu merapat didada dan bersamaan dengan itu dorongkan pinggul hingga pundak menyentuh lantai bersamaan dengan melihat siku, kemudian dilanjutkan berguling menggulat kedepan secara berurutan dengan pundak punggung dan tungkai ditekuk ke depan mengikuti arah gerakan.
3). Sikap akhir
Kembali ke sikap jongkok. Badan condong kedepan bertumpu dengan ujung telapak kaki, kaki rapat, lutut ditekuk, dan ke dua tangan lurus kedepan.
b. .Guling ke belakang (back roll)
1). Sikap permulaan
Jongkok dengan kedua ujung telapak kaki, badan condong ke depan, kedua tangan lurus sejajar bahu, dan posisi tubuh membelakangi arah sasaran.
2). Gerakan
Dengan menjatuhkan badan kebelakang, kedua lengan dibengkokkan dan dagu dirapatkan kedada serta telapak tangan mengarah ke atas. Ibu jari berada didekat telinga, kemudian badan mengguling ke belakang bulat. Mendarat pada matras secara berurutan dimulai dari pantat, punggung,tengkuk, kepala bagian belakang, kedua tungkai dalam posisi ditekuk mengikuti gerakan badan pada saat berguling, kemudian dengan cepat kedua tangan dibulatkan hingga lurus pada saat pinggul mencapai titik tertinggi.
3). Sikap akhir
Sewaktu badan mengguling mendarat pada kaki, kedua tangan cepat dilepas hinggakembali dalam posisi jongkok dan kedua tangan lurus ke depan.
3. .Gerakan loncat harimau (tiger sprong)
Secara prinsip teknik gerakan loncat harimau tidak jauh berbeda dengan teknik gerakan roll kedepan. Loncat harimau adalah sikap loncatan membusur dengan kedua tangan lurus kedepan pada saat melayang dan
diteruskan dengan gerakan mengguling kedepan dan sikap akhir jongkok. Cara melakukannya sebagai berikut:
a . Sikap awal
Berdiri tegak, kedua lengan lurus disamping, pandangan lurus kedepan.
b. Sikap melayang
Dengan gerakan awalan jongkok melakukan gerakan meloncat kedepan atas dengan tolakan dua kaki, saat melayang kedua lengan lurus kedepan. Pada saat kedua tangan menyentuh, kepala menunduk kedada antara kedua tangan, sehingga bahu dan tengkuk menyentuh matras, lipat kedua kaki, selanjutnya mengguling ke depan dengan tangan lurus.
c. Sikap akhir
Sikap akhir jongkok kemudian berdiri.

A.    Otot-otot yang bekerja pada saat melakukan gerakan kayang
B.     Manfaat Melakukan Aktivitas Senam Lantai
Manfaat Melakukan Aktivitas Senam Lantai
Dari berbagai aktivitas yang dilakukan dalam senam lantai memiliki tujuan untuk :
1. .membentuk dan mengembangkan otot tubuh
2. .mengembangkan kualitas fisik
3. .membentuk keindahan tubuh
4. .memelihara kebugaran jasmani.

C.    Perkembangan gerakan pada senam lantai
Palang Sejajar
1.      Gerakan ini diawali dengan memegang ujung palang yang akan kita lompati dan kemudian kita melompati palang tersebut dengan sikap mengantung (inverted hang) terbalik, kemdian kaki mulai melipat kearah dada dan melewati kepala. Setelah itu kaki diayunkan keatas untuk kemudian mengantung di palang tersebut.  Yang harus diperhatikan dalam melakukan gerakan ini adalah : Kita harus bisa mengendalikan badan saat mengangkatnya dari posisi sikap jongkok menuju posisi menggantung pada palang sejajar. Gerakan ini harus kita lakakn tanpa adanya ayunan sedikitpun. Karna apabila disertai dengan ayunan, maka saat sedang menggantung pada palang dikhawatirkan posisi badan tidak seimbang sehingga bisa saj membuat kita terjatuh dan menimbulkan cedera. Saat melakukan gerakan ini kakipun harus lurus horizontal, agar memudahkan pada saat mendekatkan kepala kebagian lutut pada saat menggantung terbalik. Gerkan yang seperti ini mengharuskan agar kita bisa memegang palang seoptimal mungkin agar kita tidak terjatuh.
2.       Setelah tahap pertama berhasil kita lakukan kemudian dilanjutkan dengan berjalan maju dengan menggunakan tangan yang menggelantung pada palang sejajar kebagian tengah, namun tetap mempertahankan agar badan selalu kaku dan lurus agar tidak menganggu keseimbangan saat kita mulai berjalan.
Yang harus diperhatikan dalam melakukan gerakan ini adalah :
Pada saat kita melakukan gerakan ini hal yang harus kita perhatikan adalah bahwa posisi kaki/tungkai harus selalu tetap lurus agar memudahkan kita saat melakuakn ayunan pada bagian kaki.
3.       Setelah itu mulailah mengangkat kaki agar bisa sejajar dengan bagian pinggang dengan sikap bertumpu straddle atau kangkang sesaat Yang harus diperhatikan adalah : Pada saat kita berjalan menggunakan tangan, kita harus bisa memastikan bahwa tangan kita terkontrol dengan baik agar tidak menimbulkan cedera saat sedang melakukan aktivitas ini.
Begitu juga dengan sikap tubuh yang juga harus kita control agar tetap kaku saat kita melakukan gerakan ini supaya tidak terjadi cedera.
4.         Setelah langkah diatas berhasil kita lakukan dengan baik, kemudian mulailah untk melakukan gerakan selanjutnya yaitu mengangkat kaki keatas sehingga tubuh membentuk sudut 1200 dan kemudian ayunkan kebawah hingga kebelakang. Gerakan ini dilakuakn dua kali ayunan sebagia persiapan untuk turun dan mengakhiri gerakan ini yang dialkukan pada ayunan kedua.
Yang harus diperhatikan adalah : Untuk ayunan yang pertama kali kita lakukan sebisa mungkin berbentuk horizontal. Badan harus bisa dikontrol sebaik mungkin dalam melakukan gerkan ini untuk dapat menghasilakn gerkan yang sempurna. Karna kuncinya disini adalah sikap badan yang kaku.
Dalam gerakan ini sangat disaranakn untuk tidak membuat badan terkesan melenting atau membungkuk untuk menghindari cedera dalam melakukan gerakan ini. Dismount atau persiapan turun sebaiknya dilakukan dalam posisi yang horizontal, hal ini dilakuakn agar mempermudah saat kita mendarat.


Senin, 24 September 2012


BAB II
GAYA PEMBELAJARAN
A.    Pengertian MetodePembelajara
Kata metodeberasaldaribahasaYunaniyaitu “Methodos” yang berarticaraberaniataucaraberjalan yang di tempuh. MenurutWinarnoSurakhmad, metodeadalahcara yang didalamfungsinyamerupakanalatuntukmencapaisuatutujuan( 1976 : 74 ). Sedangkanpengertianpembelajaranadalah proses interaksipesertadidikdenganpendidikdansumberbelajarpadasuatulingkunganbelajar. MenurutNursidSuaatmadja, metodepembelajaranadalahsuatucara yang fungsinyamerupakansuatualatuntukmencapaitujuan( 1984 : 95 ). Menurut S Hamid Hasan, metodepengajaranadalahsuatucara yang digunakanuntukmemberikankesempatanseluas – luasnyakepadasiswadalambelajar( 1992 : 4).
 Dari duapengertiandiatasdapat di simpulkanbahwametodepengajaranituadalahsuatucara yang digunakanoleh guru agar siswadapatbelajarseluas – luasnyadalamrangkamencapaitujuanpengajaransecaraefektif. Didalam proses belajarmengajara di perlukansuatumetode yang sesuaidengansituasidankondisi yang ada. Metodepembelajaranseharusnyatepatgunayaitumampu mengarahkansianakdidikuntukbelajarsendirisesuaidengan Student Active Learning (SAL).

B.     Gaya pembelajaran
Gaya  untuk pembelajaran cukup beraneka ragam. Keanekaragaman meliputi klasifikasi maupun penamaan suatu metode bahkan juga tingkat daya guna dan hasil guna suatu metode. Secara garis besar, metode pembelajaran dapat di klasifikasikan sbagai brikut :

1.              Gaya Pembelajaran Self Check Style (Periksa Diri)
Metode periksa diri lebih banyak keputusan yang digeser ke siswa.Kepada siswa sekarang diberikan keputusan sesudah pertemuan untuk menilai penampilannya. Dengan metode ini memungkinkan siswa menjadi lebih mandiri dalam melaksanakan tugasnya.
a.    Peranan Siswa
1)   Menilai penampilannya sendiri.
2)   Menetapkan kriteria untuk memperbaiki penampilannya sendiri.
3)   Belajar bersikap obyektif terhadap penampilannya.
4)   Belajar menerima keterbatasannya.
5)   Membuat keputusan baru dalam bagian pelajaran selama dan sesudah pertemuan.
b.      Implikasi Metode Periksa Diri
1)   Guru mendorong kemandirian siswa.
2)   Guru mendorong siswa untuk mengembangkan keterampilan memantau sendiri.
3)   Guru mempercayai siswa.
4)   Guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berpusat pada proses periksa sendiri dan pelaksanaan tugas.
5)   Siswa belajar sendiri.
6)   Siswa mengenali keterbatasannya, keberhasilannya dan kegagalannya sendiri.
7)   Siswa memakai umpan balik dari hasil periksa sendiri untuk mengusahakan perbaikan.

2.      Gaya PembelajaranInklusi (Inclusion Style)
Metodemengajarinklusimemperkenalkanbeberapatingkattugas, metodeinklusimemberikantugas yang berbeda-bedatingkatannya.Dalammetodeinisiswadidoronguntukmenentukantingkatpenampilannya.
Contohdarimetodeinklusidapatdilihatdaripenggunaantaliuntukmelompat.Jikatalidipentangkansetinggi 1 meter daritanah, dansetiapsiswadimintauntukmelompatinya, semuasiswaakanberhasil. Akan tetapikeberhasilantidakdiperolehsemuasiswadengantingkatkesulitan yang sama. Sebagiansiswaakanmelompatinyadenganmudah, sedangkansebagianlagiharusmengerahkankemampuannyauntukmelompatitali.Jikaketinggiantalidinaikkan, kesulitandalamtugasakanmeningkatdanakhirnyaakanmenyebabkanmakinsedikitjumlahsiswa yang akanberhasilmelompatinya.
Sekarang, jikatalidirentangkan miring danparasiswadiperintahkanuntukmelompat, parasiswaakanmenyebarsepanjangtalipadaberbagaiketinggian. Hal iniakanmemungkinkanuntukmelibatkanparasiswadenganberbagaitingkatkemampuannya..inijugaakanmemungkinkanparasiswauntukmemilihdimanadiaakanmemulaitugasnya.
a.    TujuanMetodeInklusi
ü Melibatkansemuasiswa.
ü Penyesuaianterhadapperbedaanindividu.
ü Memberikesempatanuntukmemulaipadatingkatkemampuansendiri.
ü Memberikesempatanuntukmemulaibekerjadengantugas-tugas yang ringankeberat, sesuaidengantingkatkemampuansiswa.
ü Belajarmelihathubunganantarakemampuanmerasadantugasapa yang dapatdilakukanolehsiswa
ü Individualisasidimungkinkan, karenamemilihdiantara alternative tingkattugas yang telahdisediakan.
b.      PelaksanaanMetodeInklusi
ü  Menjelaskanmetodeinikepadasiswa. Satudemonstrasidenganmenggunakantali yang miring akanmemberikanilustrasi yang sagatbagus.
ü  Siswadisuruhmemulai
ü  Amati danmemberiwaktubagisiswauntukmelakukanmetodeini
ü  Memberiumpanbalikkepadasiswatentangperanansiswadalampengambilankeputusandalampengambilankeputusanmemilihtugas-tugas :
-          Tanyakanbagaimanamerekamemilihtugas-tugas
-          Fokuskanperhatian-padapenggunaanumpanbalik yang netral, agar siswamengambilkeputusanmengenaitaraftugas yang sesuaidengankemampuannya.
-          Amati kesalahan-kesalahandalampenampilansiswadankriteria yang menyangkutpenampilandalamtugasnya.
c.       Implikasimetodeinklusi
ü Salah satukeuntungan yang sangatpentingdarimetodeiniadalahmemperhatikanperbedaanindividudanmemperhatikankemungkinan-kemungkinanuntukmajudanberhasil
ü Memungkinkansiswauntukmelihatketidaksesuaianantaraaspirasiataupengetahuanmerekadengankenyataan. Merekaakanbelajaruntukmengurangikesenjanganantarakeduahalini.
ü Fokusperhatianditujukankepadaindividudanapa yang diadapatlakukandaripadamembandingkannyadengan orang lain.
ü siswamengembangkankonsepmerekasendiri yang berkaitandenganpenampilanfisik.
d.   Memilih Dan MerancangPokokBahasan
ü  Konseptentangtingkatkesulitan. Tugas-tugas yang dipilihharusdimulaidari yang sederhanakeyanglebihunik, dengantiaptugasmempunyaitingkatkesulitan yang ditambahkan.
ü  Jikakitamenggunakanmenembakdalam bola basket sebagaicontohdaribeberapafaktor yang mempengaruhikesulitanadalah :
-       Rentanganjarakdari minimum kemaksimum
-       Tingginya basket
-       Ukuranlingkarandanukuran bola
-       Suduttembakan, dll.
ü  Kisi-kisifaktorberikutdapatdipakaisebagaialatuntukmenganalisistugas-tugasmenentukantingkatkesulitan.

3.      Gaya Pembelajaran Penemuan (Discovery)
Teknik penemuan adalah terjemahan dari discovery. Menurut Sund discovery adalah proses mental dimana siswa memampu mengasimilasikan sesuatu konsep atau prinsip. Yang dimaksudkan dengan proses mental tersebut antara lain ialah: mengamati, mencerna, mengerti, menggolong-golongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur membuat kesimpulan dan sebainya. Suatu konsep misalnya: segi tiga, pans, demokrasi dan sebagainya, sedang yang dimaksud dengan prisnsip antara lain ialah: logam apabila dipanaskan akan mengemabang. Dalam teknik ini siswa dibiarkan menemukan sendiri atau mengalami proses mental itu sendiri, guru hanya membimbing dan memberikan instruksi.
Dr. J. Richard dan asistennya mencoba self-learning siswa (belajar sndiri) itu, sehingga situasi belajar mengajar berpindah dari situsi teacher learning menjadi situasi student dominated learning. Dengan menggunakan discovery learning, ialah suatu cara mengajar yang melibatkan siswa dalam proses kegiatan mental melalui tukar pendapat, dengan diskusi, seminar, membaca sendiri dan mencoba sendiri. Agar anak dapat belajar sendiri.
Penggunaan teknik discovery ini guru berusaha meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar, Maka teknik ini memiliki keuntungan sebagai berikut:
-   Teknik ini mampu membantu siswa untuk mengembangkan, memperbanyak kesiapan, serta penguasaan keterampilan dalam proses kognitif/pengenalan siswa.
-   Siswa memperoleh pengetahuan yang bersifat sangat pribadi individual sehingga dapat kokoh/mendalam tertinggal dalam jiwa siswa tersebut.
-   Dapat membangkitkan kegairahan belajar mengajar para siswa.
-   Teknik ini mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan maju sesuai dengankemampuannya masing-masing.
-   Mampu mengarahkan cara siswa belajar, sehingga lebih memiliki motivasi yang kuat untuk belajar lebih giat.
-   Membantu siswa untuk memperkuat dan menambah kepercayaan pada diri sendiri dengan proses penemuan sendiri.



Strategiituberpusatpadasiswatidakpada guru. Guru hanyasebagaitemanbelajarsaja, membantubiladiperlukan.
Walalupundemikianbaiknyateknikinitohmasihada pula kelemahan yang perludiperhatikanialah:
-       Pada siswa harus ada kesiapan dan kematangan mental untuk cara belajar ini. Siswa harus berani dan berkeinginan untuk mengetahui keadaan sekitarnya dengan baik.
-       Bila kelas terlalu besar penggunaan teknikini akan kurang berhasil.
-       Bagi guru dan siswa yang sudah biasa dengan perencaan dan pengajaran tradisional mungkin akan sangat kecewa bila diganti dengan teknik penemuan.
-       Dengan teknik ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini ada yang berpendapat bahwa proses mental ini terlalu mementingkan proses pengertiansaja, kurang memperhatikan perkembangan/pembentukan sikap dan keterampilan bagi siswa.
-       Teknik ini mungkin tidak memberikan kesempatan untuk berpikir secara kreatif.
Metodepembelajaran discovery (penemuan) adalahmetodemengajar yang mengaturpengajaransedemikianrupasehinggaanakmemperolehpengetahuan yang sebelumnyabelumdiketahuinyaitutidakmelaluipemberitahuan, sebagianatauseluruhnyaditemukansendiri.Dalampembelajaran discovery (penemuan) kegiatanataupembelajaran yang dirancangsedemikianrupasehinggasiswadapatmenemukankonsep-konsepdanprinsip-prinsipmelalui proses mentalnyasendiri. Dalammenemukankonsep, siswamelakukanpengamatan, menggolongkan, membuatdugaan, menjelaskan, menarikkesimpulandansebagainyauntukmenemukanbeberapakonsepatauprinsip.
Metode discovery diartikansebagaiprosedurmengajar yang mementingkanpengajaranperseorang, memanipulasiobjeksebelumsampaipadageneralisasi.Sedangkan Bruner menyatakanbahwaanakharusberperanaktifdidalambelajar.Lebihlanjutdinyatakan, aktivitasituperludilaksanakanmelaluisuatucara yang disebut discovery.
Discovery yang dilaksanakansiswadalam proses belajarnya, diarahkanuntukmenemukansuatukonsepatauprinsip.Discovery ialah proses mental dimanasiswamampumengasimilasikansuatukonsepatauprinsip. Proses mental yang dimaksudantara lain:mengamati, mencerna, mengerti, menggolong-golongkan, membuatdugaan, menjelaskan, mengukur, membuatkesimpulandansebagainya.
Denganteknikinisiswadibiarkanmenemukansendiriataumengalami proses mental sendiri, guru hanyamembimbingdanmemberikanintruksi. Dengandemikianpembelajaran discovery ialahsuatupembelajaran yang melibatkansiswadalam proses kegiatan mental melaluitukarpendapat, denganberdiskusi, membacasendiridanmencobasendiri, agar anakdapatbelajarsendiri.
Metodepembelajaran discovery merupakansuatumetodepengajaran yang menitikberatkanpadaaktifitassiswadalambelajar.Dalam proses pembelajarandenganmetodeini, guru hanyabertindaksebagaipembimbingdanfasilitator yang mengarahkansiswauntukmenemukankonsep, dalil, prosedur, algoritmadansemacamnya.
Tigaciriutamabelajarmenemukanyaitu:
a.    mengeksplorasi dan memecahkan masalah untuk menciptakan, menggabungkan dan menggeneralisasi pengetahuan
b.    Berpusat pada siswa
c.    kegiatan untuk menggabungkan pengetahuan baru dan pengetahuan yang sudah ada.

Blake et al membahas tentang filsafat penemuan yang dipublikasikan oleh Whewell. Whewell mengajukan model penemuan dengan tiga tahap, yaitu:
a.    mengklarifikasi
b.    menarik kesimpulan secara induksi
c.    pembuktian kebenaran (verifikasi).
Langkah-langkah pembelajaran discovery adalah sebagai berikut:
a.    identifikasi kebutuhan siswa;
b.    seleksi pendahuluan terhadap prinsip-prinsip, pengertian konsep dan generalisasi pengetahuan;
c.    Seleksi bahan, problema/ tugas-tugas;
d.   membantu dan memperjelas tugas/ problema yang dihadapi siswa serta peranan masing-masing siswa;
e.    mempersiapkan kelas dan alat-alat yang diperlukan;
f.     mengecek pemahaman siswa terhadap masalah yang akan dipecahkan;
g.    memberi kesempatan pada siswa untuk melakukan penemuan;
h.    membantu siswa dengan informasi/ data jika diperlukan oleh siswa;
i.      memimpin analisis sendiri (self analysis) dengan pertanyaan yang mengarahkan dan mengidentifikasi masalah;
j.      merangsang terjadinya interaksi antara siswa dengan siswa;
k.    membantu siswa merumuskan prinsip dan generalisasi hasil penemuannya.

Salah satu metode belajar yang akhir-akhir ini banyak digunakan di sekolah-sekolah yang sudah maju adalah metode discovery. Hal ini disebabkan karena metode ini:
a.         Merupakan suatu cara untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif;
b.        Dengan menemukan dan menyelidiki sendiri konsep yang dipelajari, maka hasil yang diperoleh akan tahan lama dalam ingatan dan tidak mudah dilupakan siswa;
c.         Pengertian yang ditemukan sendiri merupakan pengertian yang betul-betul dikuasai dan mudah digunakan atau ditransfer dalam situasi lain;
d.        Dengan menggunakan strategi discovery anak belajar menguasai salah satu metode ilmiah yang akan dapat dikembangkan sendiri;
e.         Siswa belajar berpikir analisis dan mencoba memecahkan problema yang dihadapi sendiri, kebiasaan ini akan ditransfer dalam kehidupan nyata.

Beberapa keuntungan belajar discovery yaitu:
a.       pengetahuan bertahan lama dan mudah diingat;
b.      Hasil belajar discovery mempunyai efek transfer yang lebih baik dari pada hasil lainnya;
c.       Secara menyeluruh belajar discovery meningkatkan penalaran siswa dan kemampuan untuk berpikir bebas. Secara khusus belajar penemuan melatih keterampilan-keterampilan kognitif siswa untuk menemukan dan memecahkan masalah tanpa pertolongan orang lain.
Beberapa keunggulan metode penemuan juga diungkapkan oleh Suherman, dkk (2001: 179) sebagai berikut:
a.         Siswa aktif dalam kegiatan belajar, sebab ia berpikir dan menggunakan kemampuan untuk menemukan hasil akhir;
b.        Siswa memahami benar bahan pelajaran, sebab mengalami sendiri proses menemukannya. Sesuatu yang diperoleh dengan cara ini lebih lama diingat;
c.         Menemukan sendiri menimbulkan rasa puas. Kepuasan batin ini mendorong ingin melakukan penemuan lagi sehingga minat belajarnya meningkat;
d.        Siswa yang memperoleh pengetahuan dengan metode penemuan akan lebih mampu mentransfer pengetahuannya ke berbagai konteks;
e.         Metode ini melatih siswa untuk lebih banyak belajar sendiri.
Selain memiliki beberapa keuntungan, metode discovery (penemuan) juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya membutuhkan waktu belajar yang lebih lama dibandingkan dengan belajar menerima. Untuk mengurangi kelemahan tersebut maka diperlukan bantuan guru. Bantuan guru dapat dimulai dengan mengajukan beberapa pertanyaan dan dengan memberikan informasi secara singkat. Pertanyaan dan informasi tersebut dapat dimuat dalam lembar kerja siswa (LKS) yang telah dipersiapkan oleh guru sebelum pembelajaran dimulai.
Metode discovery (penemuan) yang mungkin dilaksanakan pada siswa SMP adalah metode penemuan terbimbing. Hal ini dikarenakan siswa SMP masih memerlukan bantuan guru sebelum menjadi penemu murni. Oleh sebab itu metode discovery (penemuan) yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode discovery (penemuan) terbimbing (guided discovery).
4.      Gaya Pembelajaran Pemecahan Masalah yang Efektif
Reys, et.al. (1989) menjelaskan pembelajaran pemecahan masalah dapat efektif dan sesuai dengan tujuan, diperlukan beberapa faktor pendukung yaitu:  perencanaan, waktu, sumber belajar-media, pengelolaan kelas serta teknologi. Perencanaan waktu harus efektif dan disesuaikan dengan kemampuan dan proses berpikir siswa. Guru setidaknya mampu memperkirakan seberapa banyak waktu yang dibutuhkan siswa dalam menyelesaikan beberapa soal. Guru perlu menyiapkan alat-alat peraga manipulatif untuk siswa dalam membantu memahami dan memecahkan masalah.
Hal penting  yang perlu diperhatikan juga adalah pengelolaan kelas termasuk juga aktivitas siswa. Guru merancang pelaksanaan pembelajaran pemecahan masalah dapat secara individu, klasikal atau kelompok. Yang paling sesuai dengan kegiatan pemecahan masalah adalah kerja kelompok  yang mana siswa dapat berdiskusi, bertukar pikiran untuk memecahkan persoalan, di samping itu mengajarkan siswa untuk bekerja sama dalam menghadapi permasalahan.
Rangkuman hasil penelitian tentang pembelajaran pemecahan masalah yang dilakukan oleh Reys:
-       Strategi pembelajaran pemecahan masalah harus diajarkan secara khusus sampai siswa dapat memecahkan permasalahan dengan benar.
-       Beberapa macam strategi dapat digunakan dalam setiap tahapan pemecahan masalah karena tidak ada strategi yang optimal untuk memecahkan seluruh permasalahan.
-       Siswa dapat dilatih menggunakan suatu strategi untuk berbagai jenis soal, atau menggunakan beberapa strategi untuk suatu persoalan. 
-       Siswa perlu dilatih menghadapi masalah dengan cara pemecahan yang belum dikuasainya dan harus didorong untuk mencoba dengan berbagai alternatif pendekatan pemecahan. 
-       Perkembangan siswa berhubungan dengan kemampuan dan prestasi dalam memecahkan masalah. Untuk itu, tingkat kesulitan masalah yang diberikan harus sesuai dengan kemampuan siswa.

a.    Penilaian dalam Pemecahan Masalah
Penilaian untuk pembelajaran pemecahan masalah  harus dapat menilai keseluruhan proses pemecahan masalah. Penilaian untuk pemecahan masalah harus berdasarkan tujuan. Jika soal ditampilkan dalam bentuk masalah rutin dan non rutin, maka penilaian yang dilakukan berkaitan dengan keduanya.
Krulik dan Rudnik (1995) menjelaskan beberapa metode penilaian untuk pembelajaran pemecahan masalah, yaitu : observasi, jurnal meta kognitif, paragraf kesimpulan (summary paragraph), test, dan portofolio. Tes yang dilakukan dapat berbentuk pilihan ganda, masalah-masalah terbuka (open ended), dan pertanyaan kinerja untuk mengetahui apakah siswa dapat menyelesaikan masalah dengan lengkap atau tidak.
Penilaian terhadap tes kinerja dapat menggunakan rubrik, baik rubrik holistik maupun rubrik analitik.

b.      Merumuskan masalah
Merumuskan masalah merupakan langkah membawa siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki. Persoalan yang disajikan adalah persoalan yang menantang siswa untuk memecahkan teka-teki itu.

Teka-teki dalam rumusan masalah tentu ada jawabannya, dan siswa didorong untuk mencari jawaban yang tepat. Proses mencari jawaban itulah yang sangat penting dalam pembelajaran inkuiri, oleh karena itu melalui proses tersebut siswa akan memperoleh pengalaman yang sangat berharga sebagai upaya mengembangkan mental melalui proses berpikir.