ISI LAPORAN
A. LAPORAN PRAKTIKUM 1 (Mengukur Denyut Jantung)
1. Alat yang digunakan
Alat yang digunakan dalam praktikum mengukur denyut jantung diantaranya:
Stop watch
Media untuk aktivitas
Alat pencatat ( pulpen, buku)
2. Prosedur pelaksanaan
• Pasien diperiksa denyut jantung terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas,
• Hasil pemeriksaan yaitu berapa banyak denyut jantung sebelum aktivitas, dalam 1 menit.
• Pasien melakukan akvitas dalam 1 menit.
• Setelah melakukan aktivitas, denyut jantung dihitung kembali, apakah terdapat perubahan kecepatan denyut jantung.
• Pasien istirahat dalam satu menit.
• Setelah istirahat, pasien dihitung kembali denyut jantungnya.
• Aspek penghitungan yaitu berapa menit pulih asal yang terjadi pada pasien.
3. Hasil pemeriksaan praktikum 1
No Nama Usia Denyut jantung sebelum aktivitas Denyut jantung setelah aktivitas pemulihan
M.1 M.2 M.3 M.4
1. Rizky Syaban M 18th 76 d/m 108 d/m 94d/m 82d/m 76d/m
2. Jani 19 th 80 d/m 120 d/m 80d/m
3. Robi Habli M 18 th 92 d/m 108 d/m 102d/m 92d/m
4. Faturohman H 19th 100 d/m 132 d/m 116d/m 112d/m 100d/m
4. Pembahasan
Dari hasil pengukuran denyut jantung diatas ternyata, setiap individu berbeda antara denyut jantung sebelum aktivitas, stelah aktivitas, serta waktu yang diperlukan untuk pemulihan asal, hal ini dipengaruhi oleh beberaa faktor, yaitu :
a. pengukuran Denyut Jantung
Jantung merupakan salah satu organ tubuh kita yang “tidak bisa” kita kendalikan, berdetak sejak sebelum kita lahir. Seringkali merupakan cerminan suasana hati, lebih cepat saat cemas, atau saat sangat bahagia. Pada dunia kedokteran, irama dan denyutnya menjadi sarana mengenali masalah kesehatan, misalnya gangguan pada jantung sendiri, demam.
b. cara menghitung denyut jantung
Tak perlu stetoskop untuk mengukur denyut jantung, cukup kita hitung denyut nadi pada pergelangan tangan atau arteri di leher, menggunakan jari tangan, dibantu alat penghitung waktu (stop wacth). Menghitung nadi pergelangan tangan dilakukan dengan meletakkan jari telunjuk dan jari tengah pada sisi luar tangan, arah terletak ibu jari. Cari urat pergelangan tangan, kemudian geser sedikit ke arah luar . Tekan ringan, karena bila terlalu kuat akan menghentikan aliran darah, sehingga denyut tak teraba.
c. Denyut nadi permenit.
Denyut nadi bukanlah suatu nilai yang terpatok, ukurannya merupakan range, terendah saat istirahat, tertinggi saat kita bekerja paling keras. Nadi terendah merupakan denyut nadi saat bangun tidur, belum melakukan aktivitas. Denyut nadi tertinggi diperoleh dengan jentera lari atau sepeda dengan pengawasan dokter. Namun, kita bisa memperoleh denyut nadi maksimal prediksi, yaitu dengan menggunakan perhitungan: 220 - umur. Nilai prediksi ini merupakan rujukan untuk 100%. Untuk seseorang berusia 40 tahun, maka nilai prediksi maksimalnya: 220 - 40= 180 kali per menit.
d. Denyut nadi maksimal
Nilai dipergunakan untuk membuat zona latihan, yang kemudian dibagi dalam zona: Denyut nadi maksimal Zona latihan 50 - 60 % aktivitas, sedang 60 - 70 % zona untuk mengatur berat badan, 70-80% wilayah aerobik, 80 - 100% zona kompetitif.
Pada orang dewasa yang sehat, saat sedang istirahat maka denyut jantung yang normal adalah sekitar 60-100 denyut per menit (bpm). Jika didapatkan denyut jantung yang lebih rendah saat sedang istirahat, pada umumnya menunjukkan fungsi jantung yang lebih efisien dan lebih baik kebugaran kardiovaskularnya, ( Edward R. Laskowski, M.D, seorang physical medicine and rehabilitation specialist, seperti dikutip dari Mayo Clinic.)
Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi jumlah denyut jantung seseorang, yaitu aktivitas fisik atau tingkat kebugaran seseorang, suhu udara disekitar, posisi tubuh (berbaring atau berdiri), tingkat emosi, ukuran tubuh serta obat yang sedang dikonsumsi (Laskowski).
5. Kesimpulan
Perbedaaan denyut jantung setiap individu berbeda, karena beberapa faktor, diantaranya aktivitas fisik atau tingkat kebugaran seseorang, suhu udara disekitar, posisi tubuh (berbaring atau berdiri), tingkat emosi, ukuran tubuh, usia dan faktor yang lainnya.
B. LAPORAN PRAKTIKUM 2 (Pengukuran Suhu Tubuh)
1. Alat yang digunakan
Alat yang digunakan dalam praktikum pengukuran suhu tubuh diantaranya
• Alat pengukur tekanan darah atau sfigmomanometer jenis digital.
• Pengukur yang paling ideal adalah yang menggunakan air raksa, namun penggunaannya harus benar.
• Bila tidak terampil menggunakan sebaiknya memakai pengukur tekanan darah jenis digital, namun sebaiknya sering dikalibrasi untuk lebih yakin alat pengukur tekanan darah digital Anda masih berfungsi dengan baik.
2. Prosedur pelaksanaan pengukuran suhu Tubuh
Beberapa langkah yang dilakukan pengukuran suhu tubuh diantaranya sebagai berikut :
• Pasien diperiksa suhu tubuh terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas,
• Hasil pemeriksaan yaitu berapa derajat suhu tubuh pasien sebelum aktivitas,
• Pasien melakukan akvitas dalam 1 menit.
• Setelah melakukan aktivitas, suhu tubuh di ukur kembali, apakah terdapat perubahan derajat suhu tubuh pasien.
• Pasien istirahat dalam satu menit.
• Setelah istirahat, pasien di ukur kembali suhu tubuhnya..
• Aspek penghitungan yaitu berapa menit pulih asal yang terjadi pada pasien.
3. Hasil pemeriksaan
No Nama Usia Suhu tubuh sebelum aktivitas Suhu tubuh setelah aktivitas pemulihan
M.1 M.2 M.3 M.4
1. Faturohman H 19th 36,3 ˚c 37,2 ˚c 36,9 ˚c 36,3 ˚c
2. Wahyu Arifin 19 th 36,9 ˚c 39,3 ˚c 36,3 ˚c
3. Rizky Syaban M 18 th 36,2 ˚c 36,9 ˚c 36,8 ˚c 36,2 ˚c
4. Pembahasan
Aktivitas sangat berpengaruh terhadap perubahan suhu tubuh, begitu pun yang lainnya, sehinngga faktor yang mempengaruhi suhu tubuh bukan hanya aktivitas, tetapi juga dapat berupa kondisi lingkungan, dan lain sebaginnya.
Kondisi fisik berpengaruh, misalnya orang yang sedang mengalami demam akan memiliki kondisi atau suhu tubuh lebih tinggi dari pada kondisi tubuh yang kondisinya sedang fit.
Dari hasil praktikum diatas dapat diketahui bahwa, setiap individu memiliki suhu tubuh yang berbeda meskipun memiliki perbedaan yang tidak terlalu besar, baik sebelum melakukan aktivitas, maupun setelah melakukan aktivitas. Begitu pun waktu byang diperlukajn tubuh untuk pulih, setiap pasien jelas memiliki waktu yang berbeda, hal tersebut diakibatkan oleh perbedaan kondisi tubuh, lingkungan, dan faktor ayng lainnya yang dapat mempengaruhi kondisi tubuh tersebut
5. Kesimpulan
Faktor yang mempengaruhi suhu tubu diantaranya : aktivitas, lingkungan kondisi tubuh, usia, dan latihan fisik yang berkesinambungan.
C. PRAKTIKUM 3 ( MENGUKUR TEKANAN DARAH)
1. Alat yang digunakan
a) Alat pengukur tekanan darah atau sfigmomanometer ada 3 jenis :
yang menggunakan air raksa,
jenis aneroid dan jenis digital.
yang menggunakan air raksa,
pengukur tekanan darah jenis digital,
b). Alat pencatat (buku dan pensil)
c). Media aktivitas
2. Prosedur pelaksanaan pengukuran tekanan Darah
• Sebaiknya sebelum dilakukan pemeriksaan pastikan kandung kemih anda kosong dan hindari konsumsi kopi, alkohol dan rokok, karena semua hal tersebut akan meningkatkan tekanan darah dari nilai sebenarnya.
• Sebaiknya istirahat duduk dengan tenang selama 5 menit sebelum pemeriksaan dan jangan berbicara saat pemeriksaan.
• Tenangkan pikiran anda, karena pikiran yang tegang dan stress akan meningkatkan tekanan darah
• Pasien di periksa tekanan darah sebelum emlakukan aktivitas,
• Hasi pemeriksaannya yitu berapa mmhg tekanan darah pasien sebelum melakukakn aktivitas.
• Pasen melakukan aktivitas.
• Pasien diukur kembali untuk memestikan apakah aktivitas berpengaruh terhadap pengukuran tekanan darah.
• Tahap selanjutnya pasien melakukan istirahat selama satu menit
• Melakukan pemeriksaan untuk mengetahui berapa menit istirahat yangv harus dillakukan oleh pasien untukn menunjukan pulih asalnya.
3. Hasil pemeriksaan
No Nama Usia Tekanan Darah sebelum aktivitas Tekanan darah setelah aktivitas pemulihan
M.1 M.2 M.3
1. Faturohman H 19th 100/40 mmhg 120/70 mmhg 100/50mmhg 100/40 mmhg
2. Robi Habli M 19 th 110/80 mmhg 140/80 mmhg 130/80 mmhg 110/80 mmhg
3. Rizky Syaban 18 th 120/70 mmhg 150/70 mmhg 140/70 mmhh 120/70 mmhg
4. Pembahasan
Pemeriksaan tekanan darah sebaiknya dilakukan dalam posisi duduk dengan siku lengan menekuk di atas meja dengan posisi telapak tangan menghadap ke atas dan posisi lengan sebaiknya setinggi jantung.
Cara pemeriksaan tekanan darah yang benar diantaranya adalah sebagai berikut :
1) Pasanglah manset pada lengan atas , dengan batas bawah manset 2 - 3 cm dari lipat siku dan perhatikan posisi pipa manset yang akan menekan tepat di atas denyutan arteri di lipat siku ( arteri brakialis)
2) Letakkan stetoskop tepat di atas arteri brakialis
3) Rabalah pulsasi arteri pada pergelangan tangan
4) Pompalah manset hingga tekanan manset mencapai 30 mmHg setelah pulsasi arteri radialis menghilang.
5) Bukalah katup manset dan tekanan manset dibirkan menurun perlahan dengan kecepatan 2-3 mmHg/detik
6) Bila bunyi pertama terdengar , ingatlah dan catatlah sebagai tekanan sistolik.
7) Bunyi terakhir yang masih terdengar dicatat sebagai tekanan diastolik
8) Turunkan tekanan manset sampai 0 mmHg, kemudian lepas.
5. Kesimpulan
Tekanan darah dapat dipengaruhi oleh faktor fisik dengan faktor mental, faktor fidik ysitu diantaranya dengan aktifitas yang berat, aktivitas ringan, sedangkan faktor mental yaitu dengan stesor yang berlebih, demam panggung ketika akan melakukan sesuatu, dan sebagainya.
D. PRAKTIKUM 4 ( MENGUKUR SISTEM RESPIRASI)
1. Alat yang digunakan
• Stop wacth
• spedometer
• Alat pencatat (buku, pensil)
2. Prosedur pelaksanaan pengukuran sistem pernapasan
Pasien melakukan peniupan terhadap alat pengukur selama 3 kali berturut-turut.
Hasil yang di peroleh ditulis dalam buku catatan hasil praktikum.
Kemampuan menhana napas diukur dalam satuan detik
Kemampuan pasien menahan napas dan jarum tetap seimbang di angka 40
3. Hasil pemeriksaan
No Nama Usia Kemampuan menhan di angka 40 Kemampuan menhan napas Hembusan ke
1 2 3 Rata2
1. Angga riski 19th 28,28 dtk 33,96 dtk 100 mmhg 110 mmhg 95 mmhg 101,6
2. Faturohman 19 th 33,36 dtk 41,38 dtk 100 mmhg 100 mmhg 100 mmhg 100
3. Robi Habli m 19 th 27,25 dtk 39,76 dtk 95 mmhg 90 mmhg 100 mmhg 95
4. Vian Deviana 19 th 18.40 dtk 160,04 dtk 140 mmhg 145 mmhg 140 mmhg 108,3
5. Wahyu arifin 19 th 23, 49 dtk 37,49 dtk 120 mmhg 120 mmhg 125 mmhg
4. Pembahasan
Pebedaan kemempuan unutk menahan napas yang berbeda pada setiap individu yaitu karena pebedaan Volume ruang yang terdapat pada sistem pernapasan yaitu khusunya paru-paru.
Pembesaran Volume Paru-paru dapat dilatih dengan cara banyak melakukan aktivtas khusnya yang berkaitan dengan penggunaan udara (aerob). Seperti melakukan lari, (tetapi bukan alri Sprint)
5. Kesimpulan
Faktor yang membedakan volume paru-paru yaitu :
a. Latihan fisik,
b. Pola hidup,
c. Kesahatan sehari-hari,
d. Dan lain-lain
E. PRAKTIKUM 5 ( TES GOLONGAN DARAH)
1. Alat yang digunakan
Pipet tetes
Serum warna biru dan Serum warna kuning
Kaca objektiv
Alkohol
Alat pencatat
Jarum
2. Prosedur pelaksanaan pengukuran sistem pernapasan
• Pasien terdiri dari 5 orang, setiap pasien diperiksa masing-masing golongan darah.
• Jari pasien di usap oleh alkohol.
• Suntik jari pasien agar darah keluar, kemudian darah tersebut letakan pada lensa objektiv.
• Campurkan serum pada sampel darah yang terdiri dari 2 kelompok,
• Serum terdiri dari 2 warna, yaitu warna kuning dan biru.
• Jika darah menggumpal pada serum warna biru, berarti golongan darah pasien yaitu A.
• Sedangkan jika darah menggumpal pada serum kuning maka golongan darah pasien adalah B.
• Jika kedua darah tidak menggumpal pada kedua serum maka golongan darah adalah AB.
• Juka kedua darah menggumpal, maka golungan darah adalah O.
3. Hasil pemeriksaan
No Nama Umur golongan ket
A B AB O
1. Faturohman 19 th - - - √
2. Wahyu A 19 th √ - - -
3 Vian 19 th √ - - -
4. Rizky 18 th √ - - -
5. Robi Habi 19 th - - - √
4. Pembahasan
Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai. Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian. Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya.
• Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif.
• Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif
• Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif.
• Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif.
5. Kesimpulan
Golongan darah terdiri dari 4 golongan, yaitu A, B, AB dan O.
Pengelompokan golongan darah yaitu
Golongan darah A : darah menggumpal pada serum warna biru (anti A)
Golongan darah B : darah menggumpal pada serum warna kuning (anti B)
Golongan darah AB : darah menggumpal pada kedua serum
Golongan Darah O : darah tidak ada yang menggumpal pada kedua serum.
SIMPULAN DAN SARAN
A. SIMPULAN
Pada dasarnya setiap individu memiliki banya perbedaan, khusunnya pada kondisi tubuh, kesehatan serta aspek yang lainnya. Begitupun danlam pengkajian praktikum ilmu faal olah raga ini setiap pasien banyak memiliki pebedaan, kalaupun mmeilik persamaan tidak terlalu besar. Aspeek yang dikaji ddalam praktikum ini dantaranya yaitu :
1. Denyut jantung (sebelum, sesuadah aktivitas dan pulih asal)
2. Suhu Tubuh (sebelum, sesuadah aktivitas dan pulih asal)
3. Tekanan Darah (sebelum, sesuadah aktivitas dan pulih asal)
4. Alat penapasan ( volume pau-paru)
5. Tes golongan darah (A,B,AB dan O)
Kelima spek tersebut sangat berpengaruh terhadap latihan fisik yang sering dilakukan masyarakat, pada pola hidup keseharian ,khususnya mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
.
B. SARAN
Kami menyadari bahwa dapalam penyusunan laporan praktikum ini banyak kesalahan dan kekurangan. Kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak sangat kami perlukan demi lebih sempurnanya laporan yang akan akan datang.
Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih
Tasikmalaya, Juli 2011
Penyusun
DAFTAR PUSTAKA
Prof.Dr.Hj.Dewi Laulatul Badriah, fisiologi olah raga edisi II maret 2011
http//.www.kesehatanollahraga.com
search with google : cara penghiutngan suhu tubuh, denyut jantung, dan tekanan darah.
Selasa, 28 Agustus 2012
Senin, 27 Agustus 2012
pembentukan terhadap diri
pengembangan atau pembentukan terhadap diri dapat dilakukan diantaranya yaitu dengan mengikuti beberapa kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan sekolah yang dapat membentuk jati diri seseorang.
organisasi merupakan salah satu wadah yang dapat menampung kegiatan-kegiatan yang dapat membentuk jati diri serta menambah pengalaman.
organisasi-organisasi yang layak dan lajim di sekolah diantaranya PASKIBRA, PRAMUKA, PKS, PMR, PECINTA ALAM, MARCHING BAND, IREMA, KOPERASI SEKOLAH, Dan yang lainya.
kita ambil saja salah satu contoh organisasi yang lajim dan untuk membantu proses pembentukan terhadap diri yaitu paskibra.
paskibra merupakan organisasi yang membentuk siswa menjadi disiplin, baik itu disiplin terhadap waktu, penampilan, pakaian dan sebagainya. selain itu paskibra jiga membantu siswa untuk membentuk pengalaman.
organisasi merupakan salah satu wadah yang dapat menampung kegiatan-kegiatan yang dapat membentuk jati diri serta menambah pengalaman.
organisasi-organisasi yang layak dan lajim di sekolah diantaranya PASKIBRA, PRAMUKA, PKS, PMR, PECINTA ALAM, MARCHING BAND, IREMA, KOPERASI SEKOLAH, Dan yang lainya.
kita ambil saja salah satu contoh organisasi yang lajim dan untuk membantu proses pembentukan terhadap diri yaitu paskibra.
paskibra merupakan organisasi yang membentuk siswa menjadi disiplin, baik itu disiplin terhadap waktu, penampilan, pakaian dan sebagainya. selain itu paskibra jiga membantu siswa untuk membentuk pengalaman.
Langganan:
Postingan (Atom)