Kamis, 28 Maret 2013

tugas evaluasi 2 PJKR



TUGAS
EVALUASI PEMBELAJARAN PENJAS


(Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah evaluasi pembelajaran)





Unsil Color.JPG


Disusun oleh :
ROBI HABLI MINASOLIHIN
102191080
KELAS 3B


PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SILIWANGI
2013


TUGAS

1.     DAFTAR CEK KEMAMPUAN
Cek (√)
Daftar cek kemampuan tenis meja
..............
Anak dapat melakukan teknik pegangan snakehand grip “berjabat tangan”
..............
Anak dapat melakukan teknik pegangan penholder grip “memegang pena”
..............
Anak dapat melakukan posisi siap square stance
..............
Anak dapat melakukan posisi siap side stance
..............
Anak dapat melakukan posisi siap open stance
..............
Anak dapat melakukan teknik pukulan push
..............
Anak dapat melakuan teknik pukulan backhand push
..............
Anak dapat melakukan teknik pukulan forehand push
..............
Anak dapat melakukan teknik pukulan  Block stroke
...............
Anak dapat melakukan teknik pukulan Drive

2.     TUGAS LEMBAR KERJA HALAMAN 20
A.    pengertian konsep tes
tes adalah suatu alat ukur untuk mengetahui sejauh mana kemampuan anak atau siswa dalam memenuhi kriterian ketuntasan mengajar. Dapat berupa angket, wawancara ataupun dalam bentuk lain
B. Pengertian Konsep Pengukuran
Pengukuran adalah suatu proses pengumupulan data atau informasi secara objektif berdasarkan performa, dijabarkan dalam istilah waktu, waktu, jarak jumalah atau banyaknya tugas yang dikerjakan dengan sempurna.
C. Pengertian Konsep Grading
Grading adalah menetapkan nilai siswa berdasarkan nformasi yang diperoleh dari assesment dan pengukuran. Proses ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, bergantung pada konsep dasar dan keyakinan gurunya.


D. Pengertian Evaluasi Pendidikan
Evaluasi pendidikan adalah bagian integral dari program pengembangan program untuk menuju peningkatan pendidikan
E. Kedudukan Evaluasi dalam Proses Pembelajaran PENJAS
Kedudukan evaluasi dalam proses pembelajaran penjas sangatlah penting bagi peningkatan kemampuan siswa dalam pembelajaran, hal tersebut dapat dijadikan acuan untuk bahan evalauasi baik itu guru, siswa, maupun orang tua.
Denagan adanya evalausi dalam pembelajaran penjas siswa dan guru diharapkan dapat meningkatkan kemamupan dan hasil belajar.
3.     TUGAS LEMBAR KERJA HALAMAN 24
A.   PRINSIP DASAR EVALUASI
Prinsip dasar evaluasi adalah dasar-dasar atau pedoman dalam melaksanakan proses evaluasi pembelajaran. Diantaranya sebagai berikut :
1)      Proses pengumpulan data dilakukan melalui kerja sama secara alami
2)      Proses pengumupalan data dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungna
3)      Data yang dihimpun meliputi berbagai aspek
4)      Laporan kemajuan harus dibuat dan disampaikan kepada orang tua.
B.   TANTANGAN PELAKSANAAN EVALUASI PENJAS DISEKOLAH
Tantangan dalam pelaksanaan Evaluasi penjas antara lain adalah jumlah siswa yang cukup banyak dan alokasi waktu yang relatif terbatas. Lebih banyak siswa dalam suatu kelas, makin rumit  juga dalam proses evaluasinya. Karena berhubungan dengan kemampuan fisik dan perkembangan mental yang berbeda-beda. Selain tiu ditambah dengan pengetesan memekan waktu yang cukup lam, maka untuk waktu untuk pembelajaran akan banyak tersita.
C.   UPAYA YANG DAPAT DILAKUKAN UNTUK MENGATASI TANTANGAN PELAKSANAAN EVALUASI PENJAS
Upaya-upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi permasalahan dalam melakukan proses evaluasi diantaranya :
1)      Melakuakan evaluasi hanya sebagian item dengan alasan alokasi waktu kurang memadai
2)      Adanya penyatuan proses evaluasi terhadap kelas yang pararel, guna menefektifkan waktu yang tersedia karena siswa yang banyak.



Senin, 25 Maret 2013

tugas proposal


BAB I
PENDAHULUAN


A.    LATAR BELAKANG
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap dan kreatif.
Proses pembelajaran merupakan aktivitas yang utama, oleh karena itu guru selaku perancang sekaligus sebagai pelaksana pembelajaran dengan sebaik mungkin agar pembelajaran tersebut benar-benar efektif dan produktif.
Menurut Surya (2004:50) banyak faktor-faktor yang harus diperhatikan agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dalam arti proses pembelajaran yang dilaksanakan dapat mencapai tujuan. Faktor-faktor tersebut antara lain :
1)      Penjabaran tujuan
2)      Motivasi kepada peserta didik
3)      Penggunaan metode dan model pembelajaran
4)      Urutan materi
5)      Bantuan dalam usaha pertama
6)      Pengaturan latihan yang efektif
7)      Masalah perbedaan individu
8)      Evaluasi dan bimbingan
9)      Usaha menghapal
10)  Bantuan dalam aplikasi hasil belajar
Dalam hal ini guru dituntut untuk dapatmenciptakan suasana komunikasi yang edukatif dengan siswa, baik itu secara kognitif,afektif dan psikomotor. Untuk itu diperlukan suatu metode pembelajaran yang dapat mendorong siswa sampai dapat mencapai kompetensi tertentu.
Metode mengajar yang digunakan guru merupakan unsur penting bagi perwujudan perilaku siswa. Oleh karena itu, pemilihan dan penggunaan metode mengajar dengan variasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi adalah sebuah keniscayaan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Keberhasilan proses belajr tersebut ditentukan oleh efektif tidaknya strategi dan metode pembelajaran yang digunakan guru dalam proses pembelajaran.
Menurut Muthalas (Renny (2004:4) ; Elis (2006:3),
“Metode pembelajaran merupakan cara/teknik penyajian yang digunakan guru dalam proses pembelajaran agar mencapai tujuan pembelajaran.”

Setiap metode pembelajaran yang dipilih dan digunakan akan membawa pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap pencapaian hasil yang diharapkan.
Dengan demikian penentuan metode mengajar perlu terlebih dahulu emahami karakteristik metode dan mempertimbangkan kesesuaian  dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Maka dari itu penulis memilih judul “UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE RESIPROKAL PADA PEMBELAJARAN SMASH TENIS MEJA”.

B.     RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas, secara umun permasalahan dalam penelitian ini adalah “Bagaimana upaya meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode resiprokal pad pembelajaran smash tenis meja.”
Untuk memudahkan dalam pelaksanaan penelitian masalah diperinci sebagai berikut:
1)      Bagaimana perencanaan pembelajaran pendidikan jasmani smash pada tenis meja dengan menggunakan metode resiprokal?
2)      Bagaimana proses pembelajaran pendidikan jasmani smash pada tenis meja dengan menggunakan metode resipriokal?
3)      Bagaimana hasil belajar pada tenis meja dengan mengggunakan metode resiprokal?
C.    DEFRINISI OPERASIONAL
Agar tidak timbul berbagai penafsiran maka istilah yang terdapat pada judul penelitian di definisikan sebagai berikut :
1)      Meningkatkan hasil belajar adalah suatu usaha yag dilakukan guru da siswa untuk mecapai tujuan pembelajaran yag telah ditetepkan dalam proses pembelajaran. Tujuan yang dimaksud adalah hasil belajar siswa tetang smash pada tenis meja dengan menggunakan metode resiprokal (Nurhayati; (2009:9)
2)      Metode resiprokal adalah metode pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada teman sebaya untuk memberikan umpa balik yag memungkinkan siswa dapat berinteraksi sosial.

3)      Smash adalah pukulan yg besifat menghancurkan bola datang. Cara menghancurkan yg paling Optimal terjadi ketika raket dalam posisi datar vertikal dgn gerakan lintasan pukulan yang juga datar, tapi keduanya akan relatif thd properti bola datang yang akan dihancurkan itu. Tak peduli posisi pemain berada di atas dalam meja, di ujung, menengah, bahkan jauh meja.
4)      Tenis meja adalah cabang olahraga yang dimainkan didalam gedung oleh dua pemia atau empat pemain. Cara memainkannya dengan meggunakan bet yag dilapisi karet untuk memukul bola celluloid da melewati jarig yag tegantung diatas meja (Budi Idrawan M.Pd (2008:1)
D.    TUJUAN PENELITITAN
Sasaran umum penelitian adalah bertujuan untuk memperoleh data secara akurat tentang pelaksanaan penggunaan metode resiprokal untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan smash tenis meja,
Secara khusus
1.      Untuk mengetahui ketepatan perencanaan pembelajaran menggunakan metode resiprokal pada pembelajaran smash tenis meja untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
2.      Untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan penggunaan metode resiprokal pada pembelajaran samash tenis meja untuk meningkatkla hasil belajar
3.      Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran smash tenis meja dengan menggunakan metode resiprokal.
E.     KEGUNAAN PENELITIAN
1.      Bagi siswa
·         Menimbulkan motivasi dan minat siswa, khususnya dalam pembelajaran penjas
·         Mengembangkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran melalui pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan
2.      Bagi guru
·         Meningkatkan kemampuan guru dalam menyampaikan materi
·         Mendorong guru untuk menjadi pekerja professional.
·         Memberikan gambaran tentang kemampuan keterampilan guru dalam penerapan metode pembelajaran
·         Menumbuhkan semangat dan percaya diri
·         Menambah kesempatan untuk berperan aktif mengembangkan keterampilan dan pemngetahuan sendiri.
3.      Bagi sekolah/lembaga pendidikan
a)      Berbagi strategi atau teknik pembelajaran dapat dihasilkan dari sekolah untuk disebar luaskan kesekolah lain
b)     Membantu sekolah untuk berkembang karena adanya peningkatan atau kemajuan pada diri guru dan pendidikan sekolah tersebut.
c)      Membantu sekolah mewujudkan visi dan misi sekolah yang bermuara pada tercapainya tujuan pendidikan.