Senin, 14 Januari 2013

analisis gerak pada senam lantai yaitu gerakan kayang


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
            Senam lantai merupakan suatu cabang olahraga yang menggunakan kelenturan (flexibelity), kelincahan (agility), keseimbangan (Balance), koordinasi (coordination), kecepatan (speed)dan power. Oleh karena itu dalam perkembangan gerak perlu di telaah atau di teliti dalam setiap aspek perkembangan gerak sehingga dalam melakkukan senam lantai sesuai dengan kemampuan yang dimilki oleh altet.
Senam lantai juga tidak hanya mengandalkan keberanian tetapi juga harus di tunjang dengan latihan yang sesuai dengan sistematika pelatihan. Sehingga tidak ada atlet yang cedera terutama pada gerakan yang salah.
            Maka dari itu, penulis merasa tertarik untuk mengkaji lebih jauh masalah tersebut melalui sebuah makalah dengan mengambil judul “ANALISIS GERAK PADA SENAM LANTAI  KHUSUSNYA GERAKAN MELENTING ATAU KAYANG”.
B.     Batasan Masalah
1.      Sistem gerak pada senam lantai
2.      Pengertian kayang
3.      Otot –otot yang digunakan pada saat melakukan gerakan kayang
4.      Kesalahan- kesalahan yang terjadi pada saat melakukan gerakan kayang.
5.      Manfaat melakukan senam lantai.
6.      Perkembangan gerak senam lantai.




C.    Rumusan Masalah
            Sesuai dengan latar belakang masalah tersebut diatas penulis ingin merumuskan masalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana Sistem gerak pada senam lantai
2.      Apa Pengertian kayang
3.      Otot-otot apa sajakah yang berfungsi pada saat melakukan gerakan kayang?
4.      Kesalahan- kesalahan apa saja yang terjadi pada saat melakukan gerakan kayang?
  1. Apa manfaat melakukan senam lantai?
  2. Bagaimana Perkembangan gerak senam lantai?

D.    Tujuan Makalah
            Adapun tujuan makalah ini dibuat adalah untuk sebagai berikut :
1.      Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah perkembangan motorik
2.      Bisa mengetahui sistem gerak senam lantai
3.      Bisa mengetahui pengertian gerakan senam lantai khususnya gerakan kayang.
4.      Bisa mengetahui otot-otot yang berfungsi pada saat melakukan kayang
5.      Manfaat Melakukan Aktivitas Senam Lantai
6.      Bisa mengetahui perkembangan gerak senam lantai.





BAB II
PEMBAHASAN MATERI

A.    Sistem Gerak Pada Senam Lantai
Senam adalah olahraga dengan gerakan–gerakan latihan fisik secara sistematis, dan dirangkai secara keseluruhan dengan tujuan membentuk dan mengembangkan kepribadian secara harmonis
Senam mempunyai banyak jenis, diantaranya adalah senam lantai senam ketangkasan, senam aerobic, maupun senam ritmik. Jenis senam tersebut mempunyai variasi gerakan yang berbeda.Dalam bab ini yang akan kita pelajari adalah senam lantai. Gerakan-gerakan itu bertujuan untuk melenturkan gerak tubuh. Gerakan pada senam lantai yang sering dilakukan adalah gerakan melenting. Gerakan melenting dikenal juga dengan kayang. Untukmelakukan gerakan melenting diperlukan kelenturan tubuh yang fleksibel. Hal itu dikarena gerakan melenting harus dilakukan dengan cara melipat tubuh secara telentang.
Senam lantai pada prinsipnya disebut floor exercise, latihan senam yang dilakukan dilantai beralaskan matras dengan ukuran tertentu. Unsur-unsur gerakannya terdiri atas hal-hal berikut ini:
1. .mengguling
2. .melompat
3. .meloncat
4. .berputar diudara
5. .menumpu dengan tangan atau kaki




Klasifikasi Senam
menurut sistem Austria, senam dibagi menjadi sebagai berikut;
1. Senam Normalisasi, yang terdiri dari:
a .Pelaksanaan
b .Latihan penguluran
c .Penguatan
d .Pelepasan
2. Senam Pembentukan, yang terdiri dari:
a .Pembentukan gerak
b .Pembentukan sikap
3. .Senam Militer
Senam militer adalah senam alat dengan membawa balok-balok yang besar dan panjang secara kelompok, untuk membentuk dan melatih fisik secara keseluruhan serta dinamis.
4. .Senam Prestasi
Senam prestasi merupakan senam perlombaan yang dapat dilakukan dengan kelompok umur secara perorangan ataupu beregu.
B.     Pengertian gerakan kayang dalam senam lantai
Kayang adalah bentuk sikap jembatan dengan membentuk busur lengkung dan tumpuan pada kedua lengan dan kedua kaki. Cara melakukan gerakan kayang adalah sebagai berikut:
a). Sikap permulaan
Posisi terlentang, lutut ditekuk rapat, tumit dirapatkan pada pantat, dan tempelkan telapak tangan pada lantai disamping telinga dengan ibu jari dekat telinga dan pandangan ke atas belakang.
b). Gerakan
Angkat tubuh keatas dengan cara meluruskan atau mendekatkan tangan dengan kaki sampai mebentuk lengkungan (busur), kedua kaki dan tangan tetap bertumpu pada lantai. Tahan gerakan tersebut hingga sepuluh hitungan.
c). Sikap akhir
Kembali pada sikap terlentang.
Macam – macam senam lantai
1. Teknik berguling
Cara melakukan gerakan guling dapat dibedakan menjadi 2, yaitu mengguling kedepan dan mengguling kebelakang. Untuk dapat melakukan gerakan itu seseorang harus memiliki kelenturan tubuh dan keberanian.
Cara melakukan gerakan mengguling adalah sebagai berikut:
a. Guling depan (forward roll)
1). Sikap permulaan
Mengambil posisi jongkok bertumpu dengan kedua telapak kaki dan kaki rapat, badan condong kedepan, kedua lengan lurus kedepan, telapak tangan menghadap ke depan. Konsentrasikan diri pada latihan.
2). Gerakan
Letakkan tumpua kedua telapak tangan pada lantai atau matras, tangan lurus selebar bahu, badan condong kedepan, kedua tungkai lurus, dan pantat lebih tinggi dari bahu. Masukkan kepala diantara kedua lengan hingga dagu merapat didada dan bersamaan dengan itu dorongkan pinggul hingga pundak menyentuh lantai bersamaan dengan melihat siku, kemudian dilanjutkan berguling menggulat kedepan secara berurutan dengan pundak punggung dan tungkai ditekuk ke depan mengikuti arah gerakan.
3). Sikap akhir
Kembali ke sikap jongkok. Badan condong kedepan bertumpu dengan ujung telapak kaki, kaki rapat, lutut ditekuk, dan ke dua tangan lurus kedepan.
b. .Guling ke belakang (back roll)
1). Sikap permulaan
Jongkok dengan kedua ujung telapak kaki, badan condong ke depan, kedua tangan lurus sejajar bahu, dan posisi tubuh membelakangi arah sasaran.
2). Gerakan
Dengan menjatuhkan badan kebelakang, kedua lengan dibengkokkan dan dagu dirapatkan kedada serta telapak tangan mengarah ke atas. Ibu jari berada didekat telinga, kemudian badan mengguling ke belakang bulat. Mendarat pada matras secara berurutan dimulai dari pantat, punggung,tengkuk, kepala bagian belakang, kedua tungkai dalam posisi ditekuk mengikuti gerakan badan pada saat berguling, kemudian dengan cepat kedua tangan dibulatkan hingga lurus pada saat pinggul mencapai titik tertinggi.
3). Sikap akhir
Sewaktu badan mengguling mendarat pada kaki, kedua tangan cepat dilepas hinggakembali dalam posisi jongkok dan kedua tangan lurus ke depan.
3. .Gerakan loncat harimau (tiger sprong)
Secara prinsip teknik gerakan loncat harimau tidak jauh berbeda dengan teknik gerakan roll kedepan. Loncat harimau adalah sikap loncatan membusur dengan kedua tangan lurus kedepan pada saat melayang dan
diteruskan dengan gerakan mengguling kedepan dan sikap akhir jongkok. Cara melakukannya sebagai berikut:
a . Sikap awal
Berdiri tegak, kedua lengan lurus disamping, pandangan lurus kedepan.
b. Sikap melayang
Dengan gerakan awalan jongkok melakukan gerakan meloncat kedepan atas dengan tolakan dua kaki, saat melayang kedua lengan lurus kedepan. Pada saat kedua tangan menyentuh, kepala menunduk kedada antara kedua tangan, sehingga bahu dan tengkuk menyentuh matras, lipat kedua kaki, selanjutnya mengguling ke depan dengan tangan lurus.
c. Sikap akhir
Sikap akhir jongkok kemudian berdiri.

A.    Otot-otot yang bekerja pada saat melakukan gerakan kayang
B.     Manfaat Melakukan Aktivitas Senam Lantai
Manfaat Melakukan Aktivitas Senam Lantai
Dari berbagai aktivitas yang dilakukan dalam senam lantai memiliki tujuan untuk :
1. .membentuk dan mengembangkan otot tubuh
2. .mengembangkan kualitas fisik
3. .membentuk keindahan tubuh
4. .memelihara kebugaran jasmani.

C.    Perkembangan gerakan pada senam lantai
Palang Sejajar
1.      Gerakan ini diawali dengan memegang ujung palang yang akan kita lompati dan kemudian kita melompati palang tersebut dengan sikap mengantung (inverted hang) terbalik, kemdian kaki mulai melipat kearah dada dan melewati kepala. Setelah itu kaki diayunkan keatas untuk kemudian mengantung di palang tersebut.  Yang harus diperhatikan dalam melakukan gerakan ini adalah : Kita harus bisa mengendalikan badan saat mengangkatnya dari posisi sikap jongkok menuju posisi menggantung pada palang sejajar. Gerakan ini harus kita lakakn tanpa adanya ayunan sedikitpun. Karna apabila disertai dengan ayunan, maka saat sedang menggantung pada palang dikhawatirkan posisi badan tidak seimbang sehingga bisa saj membuat kita terjatuh dan menimbulkan cedera. Saat melakukan gerakan ini kakipun harus lurus horizontal, agar memudahkan pada saat mendekatkan kepala kebagian lutut pada saat menggantung terbalik. Gerkan yang seperti ini mengharuskan agar kita bisa memegang palang seoptimal mungkin agar kita tidak terjatuh.
2.       Setelah tahap pertama berhasil kita lakukan kemudian dilanjutkan dengan berjalan maju dengan menggunakan tangan yang menggelantung pada palang sejajar kebagian tengah, namun tetap mempertahankan agar badan selalu kaku dan lurus agar tidak menganggu keseimbangan saat kita mulai berjalan.
Yang harus diperhatikan dalam melakukan gerakan ini adalah :
Pada saat kita melakukan gerakan ini hal yang harus kita perhatikan adalah bahwa posisi kaki/tungkai harus selalu tetap lurus agar memudahkan kita saat melakuakn ayunan pada bagian kaki.
3.       Setelah itu mulailah mengangkat kaki agar bisa sejajar dengan bagian pinggang dengan sikap bertumpu straddle atau kangkang sesaat Yang harus diperhatikan adalah : Pada saat kita berjalan menggunakan tangan, kita harus bisa memastikan bahwa tangan kita terkontrol dengan baik agar tidak menimbulkan cedera saat sedang melakukan aktivitas ini.
Begitu juga dengan sikap tubuh yang juga harus kita control agar tetap kaku saat kita melakukan gerakan ini supaya tidak terjadi cedera.
4.         Setelah langkah diatas berhasil kita lakukan dengan baik, kemudian mulailah untk melakukan gerakan selanjutnya yaitu mengangkat kaki keatas sehingga tubuh membentuk sudut 1200 dan kemudian ayunkan kebawah hingga kebelakang. Gerakan ini dilakuakn dua kali ayunan sebagia persiapan untuk turun dan mengakhiri gerakan ini yang dialkukan pada ayunan kedua.
Yang harus diperhatikan adalah : Untuk ayunan yang pertama kali kita lakukan sebisa mungkin berbentuk horizontal. Badan harus bisa dikontrol sebaik mungkin dalam melakukan gerkan ini untuk dapat menghasilakn gerkan yang sempurna. Karna kuncinya disini adalah sikap badan yang kaku.
Dalam gerakan ini sangat disaranakn untuk tidak membuat badan terkesan melenting atau membungkuk untuk menghindari cedera dalam melakukan gerakan ini. Dismount atau persiapan turun sebaiknya dilakukan dalam posisi yang horizontal, hal ini dilakuakn agar mempermudah saat kita mendarat.