NAMA
: ROBI HABLI M
NPM
:102191080
KELAS
:3B
PENDIDIKAN
JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
SILIWANGI 2013
TUGAS
2
METODE
PENELITIAN
1.
Konsep
Konsep adalah istilah dan definisi yang digunakan untuk menggambarkan gejala secara abstrak, contohnya seperti kejadian, keadaan, kelompok. Diharapkan peneliti mampu memformulasikan pemikirannya kedalam konsep secara jelas dalam kaitannya dengan penyederhanaan beberapa masalah yang berkaitan satu dengan yang lainnya.
Konsep adalah istilah dan definisi yang digunakan untuk menggambarkan gejala secara abstrak, contohnya seperti kejadian, keadaan, kelompok. Diharapkan peneliti mampu memformulasikan pemikirannya kedalam konsep secara jelas dalam kaitannya dengan penyederhanaan beberapa masalah yang berkaitan satu dengan yang lainnya.
Variable
Menurut Y. W, Best yang disunting oleh Sanpiah Faisal bahwa variable penelitian adalah kondisi-kondisi atau serenteristik yang oleh peneliti dimanipulasikan, dikontrol atau diobservasi dalam suatu penelitian. sedangkan menurut Direktorat Pendidikan Tinggi Depdikbud bahwa variable penelitian adalah segala sesuatu yang akan menjadi obyek pengamatan penelitian.
Menurut Y. W, Best yang disunting oleh Sanpiah Faisal bahwa variable penelitian adalah kondisi-kondisi atau serenteristik yang oleh peneliti dimanipulasikan, dikontrol atau diobservasi dalam suatu penelitian. sedangkan menurut Direktorat Pendidikan Tinggi Depdikbud bahwa variable penelitian adalah segala sesuatu yang akan menjadi obyek pengamatan penelitian.
2.
Variabel bebas adalah suatu variabel yang
menyebabkan atau menjadi sebab bagi berubahnya variabel lain (Dependent
Variables / DV). Apabila Independent Variables / IV mengalami perubahan maka
Dependent Variables / DV juga mengalami perubahan. Variabel bebas memberikan
stiumulus dalam perubahan variabel lain. Banyak istilah yang digunakan untuk
penyebutan istilah variabel bebas, padanan kata atau sinonim dari variabel
bebas diantaranya variabel penyebab (independent variables), prediktor,
stimulus, eksougen atau antecendent. Variabel bebas biasanya dipilih oleh
peneliti untuk menentukan hubungannay dengan suatu gejala yang diobservasi.
Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/statistics/2323653-pengertian-variabel-bebas-dan-terikat/#ixzz2NQCaB4Pt
Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/statistics/2323653-pengertian-variabel-bebas-dan-terikat/#ixzz2NQCaB4Pt
3.
Pengertian Variabel Terikat. Variabel Terikat
(Dependen Variables / DV) merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi
akibat karena adanya variabel lain (variabel bebas). Juga sering disebut
variabel terikat, variabel respons atau endogen. Variabel dependen atau terikat
sering juga disebut variabel criteria, respond an output (hasil). Variabel
dependen (DV) merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat,
karena adanya variabel independent (bebas) . Ada pula yang mengistilahkan
Variabel Terikat (Dependent Variables / DV) dengan variabel tergantung.
Variabel tergantung memberikan reaksi / respon jika dihubungkan dengan varibel
bebas. Variabel tergantung adalah adalah variable yang faktornya diamati dan
diukur untuk menentukan pengaruh yang disebabkan oleh varaibel bebas.
4.
Variabel Intervening-Variabel
yang bisa memperkuat atau memperlemah hubungan antar variabel (variabel
moderator), secara teori merupakan satuan yang bisa diukur. Akan tetapi
variabel yang yang nilainya secara satuan relatif tidak dapat diukur secara
pasti, misalnya sedih, gembira, sakit hati, stress, frustasi dan sebagainya,
merupakan variabel intervening. Contoh: meningkatnya hasil produksi padi dalam
suatu lahan sawah yang diukur dengan satuan penggunaan biaya pupuk tinggi,
biaya pembelian bibit padi tinggi, dan pengairan yang baik, tetap tidak
mengalami peningkatan hasil produksi padi secara signifikan. Kemudian setelah
diteliti secara seksama, ternyata sebagian besar lahan sawah sedang terserang
hama
5.
Tujuan merupakan misi sasaran yang
ingin dicapai oleh suatu organisasi di masa yang akan datang dan manajer
bertugas mengarahkan jalannya organisasi untuk mencapai tujuan tersebut# H.R.
DAENG NAJA
Tujuan merupakan bagian dari fungsi planning atau
perencanaan dan merupakan langkah awal fungsi manajemen# IDA NURAIDA
Menurut Yoseph dan Yoseph, 1979, penelitian adalah art
and science guna mencari jawaban terhadap suatu permasalahan. Karena seni dan
ilmiah maka penelitian juga akan memberikan ruang-ruang yang akan mengakomodasi
adanya perbedaan tentang apa yang dimaksud dengan penelitian.
6.
Manfaat atau Kegunaan hasil penelitian dapat
diklasifikasikan menjadi manfaat teoritis dan manfaat praktis. Manfaat teoritis
artinya hasil penelitian bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan yang
berkaitan dengan obyek penelitian. Manfaat praktis bermanfaat bagi berbagai
pihak yang memerlukannya untuk memperbaiki kinerja, terutama bagi sekolah,
guru, dan siswa serta seseorang untuk melakukan penelitian lebih lanjut.
7.
anggapan dasar atau postulat adalah sebuah titik
tolak pemikiran yang kebenarannya diterima oleh penyelidik. Setiap penyelidik
dapat merumuskan postulat yang berbeda. Seorang penyelidik mungkin meragukan
sesuatu anggapan dasar orang lain diterima sebagai kebenaran. (Menurut Prof.
Dr. Winanto surakhamd M.Sc.Ed.)
8.
Secara
etimologi, hipotesis berasal dari dua suku kata yaitu ‘hypo” yang berarti lemah
dan “thesis” yang berarti pernyataan. Hipotesis berarti sebuah
pernyataan yang lemah, atau kesimpulan yang belum final, masih harus diuji atau
dibuktikan kebenarannya. Menurut Kerlinger (2004:30) hipotesis adalah
pernyataan dugaan tentang hubungan antara dua variabel atau lebih.
9.
nstrumen
penelitian dirancang untuk satu tujuan penelitian dan tidak akan bisa digunakan
pada penelitian lain. Kekhasan setiap obyek penelitian membuat seorang peneliti
harus merancang sendiri instrumen yang akan digunakannya. Susunan instrumen
untuk setiap penelitian tidak selalu sama dengan penelitian yang lain. Hal ini
disebabkan karena setiap penelitian mempunyai tujuan dan mekanisme kerja yang
berbeda-beda.
10.
pengertian survey,
yaitu tindakan mengukur atau memperkirakan. Namun dalam penelitian survey lebih
berarti sebagai suatu cara melakukan pengamatan di mana indikator mengenai
variabel adalah jawaban-jawaban terhadap pertanyaan yang diberikan kepada
responden baik secara lisan maupun tertulis. Survey biasanya dilakukan satu
kali. Peneliti tidak berusaha untuk mengatur atau menguasai situasi. Jadi
perubahan dalam variabel adalah hasil dari peristiwa yang terjadi dengan
sendirinya.
Penelitian survey termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif , meskipun dalam survey sudah banyak dikembangkan menjadi penelitian-penelitian yang sudah mulai melakukan ‘inferensial’, melakukan prediksi tertentu. Contoh soal: Sensus penduduk biasanya dilakukan setiap lima tahun dan menjelang pemilihan umum. Di antara sensus yang dilakukan lima tahun sekali, biasanya dilakukan SUPAS (survey penduduk antar sensus). Karena hanya survey, maka berlaku teknik sampling. Tidak semua pendudiuk dijadikan responden. Dalam hal ini hasil survey diharapkan sanggup ‘menginferens, meramalkan dalam tingkatan tertentu terhadap situasi dan kondisi kependudukan pada umumnya.
Penelitian survey termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif , meskipun dalam survey sudah banyak dikembangkan menjadi penelitian-penelitian yang sudah mulai melakukan ‘inferensial’, melakukan prediksi tertentu. Contoh soal: Sensus penduduk biasanya dilakukan setiap lima tahun dan menjelang pemilihan umum. Di antara sensus yang dilakukan lima tahun sekali, biasanya dilakukan SUPAS (survey penduduk antar sensus). Karena hanya survey, maka berlaku teknik sampling. Tidak semua pendudiuk dijadikan responden. Dalam hal ini hasil survey diharapkan sanggup ‘menginferens, meramalkan dalam tingkatan tertentu terhadap situasi dan kondisi kependudukan pada umumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar